09 December 2022, 15:12 WIB

Kemenhub Masih Kaji Opsi Pemberhentian Argo Parahyangan


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji opsi pemberhentian Kereta Api (KA) Argo Parahyangan sebagai angkutan penumpang. Mengingat, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi pada pertengahan tahun depan.

"Semuanya masih dalam pembahasan dengan seluruh stakeholders," ungkap Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada wartawan, Jumat (9/12).

Pembahasan tersebut melibatkan Kementerian BUMN dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Adapun pembahasan bersama itu juga mengenai rencana pengalihan operasional Argo Parahyangan menjadi kereta angkutan barang.

Baca juga: Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Minta Tambah jadi 80 tahun

"Ya soal itu juga sedang dalam pembahasan. Semua opsi tentu akan dikaji," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Vice President Public Relations KAI Joni Martinus menyebut pihaknya siap menerima keputusan terkait penghentian operasional Argo Parahyangan sebagai kereta penumpang. Saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholders.

"Ini masih dibahas, jika nantinya diputuskan pemerintah seperti itu, KAI sebagai operator akan patuh terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah," jelas Joni.

Baca juga: Menhub Dorong Digitalisasi Pelayanan Transportasi Laut

Hingga saat ini, KAI masih mengoperasikan KA Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir dengan rute Jakarta-Bandung pulang pergi. Perusahaan pelat merah juga fokus mempersiapkan kehadiran layanan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Diketahui, moda transportasi tersebut akan terkoneksi dengan KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung, serta terhubung dengan LRT Jabodebek.

Dengan menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang sudah terkoneksi, total waktu yang dibutuhkan antara kedua wilayah sekitar satu jam perjalanan.(OL-11)

BERITA TERKAIT