09 December 2022, 11:45 WIB

Kabar Baik, SKK Migas Pastikan Pasokan Gas untuk Pabrik Pupuk Tahun Depan Aman


Insi Nantika Jelita |

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan kebutuhan gas untuk industri pupuk dapat terpenuhi di tahun depan.

SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) meningkatkan alokasi pasokan gas untuk domestik yang prosentasenya terus meningkat. Di 2021, realisasi penyaluran gas untuk domestik sebesar 64%, dan saat ini di 2022 sudah mencapai 69%.

“Untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, kami memastikan pasokan gas untuk domestik di 2023 akan terpenuhi dan mendapat prioritas," kata kata Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi dalam keterangannya, Jumat (9/12).

Berdasarkan perhitungan SKK Migas, kemampuan pasokan gas untuk 2023 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022, mengingat saat ini sudah onstream proyek strategis nasional (PSN) hulu migas Jambaran Tiung Biru yang dioperasikan Pertamina Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur, dan proyek Pengembangan Lapangan MDA-MBH Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) yang berlokasi di Selat Madura, Jawa Timur.

Kurnia menambahkan, posisi pasokan gas untuk Pusri Palembang dengan kebutuhan gas 190 juta kaki kubik per hari ?(million standard cubic feet per day/MMSCFD) statusnya terpenuhi. Kemudian Pupuk Kujang Cikampek kebutuhannya 101 MMSCFD statusnya terpenuhi. Selanjutnya terkait kebutuhan Petrokimia Gresik sebesar 141 MMSCFD statusnya terpenuhi.

Selanjutnya, PT Pupuk Kalimantan Timur dengan kebutuhannya 335 MMSCFD statusnya dikatakan terpenuhi. Adapun untuk pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) 2 kebutuhannya 50 MMSCFD statusnya juga terpenuhi. Sedangkan, Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) 1, yang baru di-reaktivasi telah terpenuhi kebutuhan gasnya hingga Desember 2022.

Lanjut Kurnia, semula PIM merencanakan akan impor di 2023, namun karena tingginya harga internasional saat ini dapat membuat proyek menjadi tidak ekonomis. Untuk itu, berdasarkan neraca gas Indonesia 2023, kebutuhan volume pasokan gas PIM-1 sekitar 55 MMSCFD dapat dipenuhi dari potensi 9 kargo terkontrak atau tidak ada sisa kargo (uncommitted kargo) di 2023.

Hal tersebut, ungkapnya, bisa digunakan antara lain untuk memenuhi kebutuhan gas PIM 1 yang berkisar 5 kargo. Jumlah uncommitted kargo tersebut, belum termasuk potensi tambahan pasokan gas dari Tangguh Train 3 yang akan melakukan proses decommissioning atau kegiatan restorasi pasca operasi tambang minyak dan gas bumi pada awal tahun depan.

"Jika di 2023 membutuhkan gas, dapat dipenuhi dari uncommitted kargo karena uncommitted kargo masih lebih besar dibandingkan kebutuhan PIM 2," terang Kurnia. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT