06 December 2022, 16:04 WIB

Pendapatan Premi Asuransi sampai Oktober Naik 1,81%


Fetry Wuryasti |

AKUMULASI pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari-Oktober 2022 mencapai Rp255,2 triliun. Ini berarti angkanya bertumbuh sebesar 1,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Ogi Prastomiyono mengatakan hal itu. Lebih rinci, akumulasi premi asuransi umum tumbuh sebesar 16,93% (yoy) mencapai Rp97,78 triliun per Oktober. Namun akumulasi premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar -5,76% (yoy) dibanding periode sebelumnya dengan nilai sebesar Rp157,42 triliun.

Nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh 12,17% pada Oktober 2022 menjadi sebesar Rp402,6 triliun. Ini didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 31,6% (yoy) dan 23,7% (yoy).

Profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat turun menjadi sebesar 2,54% dari September 2022 sebesar 2,58%. Sedangkan sektor dana pensiun tercatat bertumbuh asetnya sebesar 4,2% (yoy) dengan nilai mencapai Rp338,71 triliun. Kinerja fintech peer-to-peer lending pada Oktober masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh 76,8% meningkat 0,56 triliun menjadi Rp 49,34 triliun. 

Tingkat risiko kredit secara agregat TWP 90 tercatat menurun menjadi 2,9% dari September 2022 sebesar 3,07%. "Namun demikian OJK mencermati tren kenaikan risiko kredit dan penurunan kinerja di beberapa fintech peer-to-peer lending," kata Ogi.

Permodalan di sektor IKNB terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk base capital (RBC) sebesar 464,24% dan 313,71%. "Meski RBC dalam tren yang menurun dan RBC beberapa perusahaan asuransi dimonitor ketat, tetapi secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120%," kata Ogi. (OL-14)

BERITA TERKAIT