04 December 2022, 17:41 WIB

Wapres Ungkap Strategi Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK


Emir Chairullah |

ANCAMAN resesi global pada 2023 bakal berdampak ke pemangkasan jumlah karyawan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) di banyak perusahaan di seluruh dunia. Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, untuk di Indonesia, pemerintah saat ini terus meningkatkan implementasi program padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang bakal terdampak.

“Pertama memang pemerintah meningkatkan (program) padat karya dari berbagai proyek kita,” ujar Wapres saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahmi dengan Sivitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12).

Ma’ruf menyebutkan, menurut rencana program padat karya yang digagas, pemerintah bakal memanfaatkan dana desa terutama untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengatasi pengangguran dan menghapus kemiskinan ekstrem.

“Kemudian juga dana desa, 40%-nya juga (digunakan) dalam rangka (mendukung program) padat karya,” imbuhnya.

Baca juga: Apindo : Usulan No Work No Pay untuk Hindari PHK

Ma’ruf menjelaskan pemerintah juga mendorong tumbuhnya usaha lokal seperti UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita mendorong pertumbuhan ekonomi yang banyak seperti UMKM (dengan) melakukan berbagai pelatihan untuk menumbuhkan usaha-usaha lokal,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, beberapa perusahaan tekstil berdasarkan laporan sejumlah asosiasi sedang mengalami kinerja yang melambat. Beberapa perusahaan sudah ada yang memangkas jam kerjanya menjadi 3-4 hari dan banyak tenaga kerja yang juga terdampak PHK. Ini karena sektor ekspor mulai menurun tajam, sementara pasar domestik masih dikuasai oleh barang impor.(OL-5)

BERITA TERKAIT