02 December 2022, 19:00 WIB

Segara Kumala Optimistis Capai Target Tahunan


Gana Buana |

SEGARA Kumala Indonesia Tbk (BUAH), optimistis target kenaikan pendapatan sebesar 40% akan dicapai pada 2022 ini. Bahkan jelang penutupan tahun ini, Perseroan masih akan tetap melanjutkan ekspansinya untuk membuka cabang baru di Palu, Sulawesi Tengah. 
 
Direktur Utama BUAH Renny Lauren mengatakan, Perseroan melihat tren pertumbuhan kinerja masih akan dapat berlangsung hingga tahun depan. Hal itu, karena konsumsi masyarakat terus meningkat dan masyarakat yang peduli terhadap gaya hidup sehat terus meningkat. Sejalan dengan hal tersebut Renny menyebut Perseroan juga telah menyiapkan berbagai strategi dan penyesuaian agar dapat mencapai target di penghujung tahun tersisa.
 
“Manajemen masih optimistis dapat mencapai target penjualan di sepanjang tahun ini. Keyakinan tersebut didukung rencana pembukaan cabang yang dapat menjadi pendongkrak omzet kami di masa mendatang,” kata Renny melalui keterangan yang diterima, Jumat (2/12).

Adapun saat ini BUAH telah memiliki 11 kantor cabang dan cold storage di berbagai wilayah di Indonesia, disusul oleh cabang Palu menjadi 12 cabang nantinya. Perseroan tentunya tetap mempertimbangkan berbagai kemungkinan pada Kuartal IV/2022 ini.

“Manajemen tentunya menyusun skema dan strategi agar tetap dapat mencapai target BUAH ke depannya,” kata dia.

Baca juga: Kesehatan Mental adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak

Direktur BUAH Toni Soegiarto menambahkan, isu resesi menjadi salah satu faktor utama, karena daya beli masyarakat cenderung menurun. Di sisi lain, BUAH tetap optimis dengan rencana dibukanya cabang Palu. Langkah ini diambil dengan maksud agar perusahaan dapat terus konsisten dalam mendistribusikan buah ke seluruh Indonesia.
 
“Kami yakin dan optimis dengan pembukaan kantor dan cold storage di Palu di tengah isu resesi. Tentunya kami juga memiliki strategi tersendiri dalam mengejar target yang kami sampaikan saat IPO kemarin” ujarnya.
 
Toni mengatakan saat ini secara kinerja kendati pendapatan Perseroan terus bertumbuh tetapi memang belum dapat mengerek laba secara maksimal. Hal itu disebabkan karena BUAH masih mempertahankan harga jual meski secara HPP mengalami kenaikan.
 
“Kenaikan biaya pembelian tentunya mempengaruhi harga modal produk kami, akan tetapi kami masih belum menaikkan harga jual, mengingat kami perlu mengimbangi daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga BBM dan harga pokok lainnya,” kata Toni. (Gan)

BERITA TERKAIT