02 December 2022, 07:15 WIB

Turun Dalam 9 Hari Perdagangan, Saham GOTO Diprediksi Masih Dalam Tekanan


Despian Nurhidayat |

Saham perusahaan teknologi berstatus decacorn Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ambruk menyentuh batas bawah (auto rejection bawah/ARB) di hari pertama pembukaan masa penguncian atau lock up period atas  saham Seri A perseroan, Kamis (1/12).

Saham Goto dibuka langsung turun 6,7% ke posisi Rp144 per lembar saham melanjutkan pelemahan hari kesembilan. 

Perdagangan saham GOTO mencapai 4,618 juta lot dan ditutup pada  posisi terdapat 8.517 pesanan antri  jual sebanyak 204,587 juta lot. 
Praktisi pasar modal William Hartanto mengatakan penurunan harga saham GOTO masih akan berlanjut karena belum ada yang melakukan pembelian secara masif. 

"Ini hal yang wajar karena setelah lock up nya dibuka, pemegang saham lama pasti mau lepas secepatnya saham GOTO ini," ungkapnya kepada Media Indonesia,kemarin.

Dihubungi secara terpisah, Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menambahkan bahwa saat ini saham GOTO masih akan didominasi  tekanan jual.
"Karena banyak investor yang mau keluar daripada yang beli, sehingga kemungkinan besar masih akan turun sampai ada investor besar dan strategis yang mau jagain harga dengan cara membeli di pasar," ujar Budi.

Dia memprediksi anjloknya saham GOTO akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Bahkan dia meyakini saham GOTO akan menyentuh posisi di bawah Rp100.

Berdasarkan data perdagangan kemarin,  investor asing JP Morgan terpantau menjadi  penampung’ saham-saham yang dilego investor.  Broker berkode BK itu membeli saham GOTO bersama  Mirae Asset dan Samuel Sekuritas Indonesia.
Investor asing tercatat melakukan penjualan mencapai Rp472,65 miliar. Namun bila dilihat  sejak awal IPO hingga sekarang , investor asing masih membukukan pembelian saham (net buy) GOTO sebesar Rp1,29 triliun

Fokus Kinerja
Secara terpisah,   Koesoemohadiani, Corporate Secretary, GOTO Koesoemohadiani  menjelaskan   fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk yang berada di luar kendali perusahaan.  "Fokus GoTo adalah untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," ujarnya. 

Pihaknya memenuhi komitmen tersebut dengan mendorong pertumbuhan bisnis berbasis produk secara berkelanjutan, mempercepat langkah mencapai profitabilitas, serta terus menyediakan produk dan layanan yang andal bagi konsumen dan memberi nilai bagi ekosistem GOTO.  

"Fokus kami pada monetisasi dan efisiensi telah secara konsisten meningkatkan kinerja bisnis GoTo, yang akan semakin memperkokoh fundamental perusahaan," tandasnya. 

Pengamat ekonomi dari Indef Nailul Huda meyakini harga saham GoTo sangat memungkinkan akan naik kembali seiring hasil yang diperoleh setelah efisiensi perusahaan dan naiknya industri digital. Sebagaimana diketahui bahwa GOTO saja baru mengumumkan lay off terhadap 1.300 karyawannya untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.  Hingga Triwulan III 2022, GOTO mencatatkan kerugian Rp20,9 triliun atau meningkat 32% dari posisi yang sama tahun lalu Rp15,8 triliun. (Des/E-1)

BERITA TERKAIT