01 December 2022, 07:40 WIB

Memberdayakan Petani, Membantu Sesama UMKM


Jek/M-3 |

SEJAK kemunculan merek keripik singkong Yammy Babeh yang dibidani pasangan Ade Soelistyowati dan Sahroni Bachrun, para petani singkong di wilayah Goalpara, Sukabumi, Jawa Barat, punya alternatif menjual hasil tanaman mereka saat panen. Kini mereka bisa menjual singkong dengan harga lebih tinggi.

“Kalau di tengkulak, harga jual itu paling rerata Rp1.500 per kilo. Kami membeli antara Rp200 hingga Rp3.500,” kata Ade, atau biasa disapa Bunda Elis, kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Minggu, (27/11).

Dalam jangka panen delapan bulan, biasanya petani akan memasok 50 kilogram singkong per sekali kirim dalam durasi dua hari. Sebab itu pula, Yammy Babeh kini berjejaring hingga 40 petani singkong, yang memasok secara bergiliran.

“Ya, rerata satu petani singkong itu bisa memasok antara lima kwintal hingga dua ton. Perbedaan harga itu yang membuat mereka mau membawanya ke Yammy Babeh, jika dibanding ke tengkulak,” tutur Ade.

Saat ini, dengan bekal pengalamannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Elis ini juga kerap membantu para pelaku UMKM lain untuk mengembangkan bisnisnya. Bukan saja yang ada di Sukabumi, melainkan juga di daerah lain. Yammy Babeh juga beberapa kali disambangi untuk studi banding sesama pelaku UMKM.

Meski kini usahanya sudah cukup mapan, tBunda Elis tidak mau terlena dan puas hanya pada titik tertentu. Selamanya, ia menjadi pembelajar. Baik dengan mengeksplorasi ilmu baru maupun memberikan arahan ke sesama UMKM. (jek/M-3)

 

BERITA TERKAIT