29 November 2022, 23:27 WIB

Jaga Pasokan Gas Pembangkit, PLN Gandeng Empat Pemasok


Insi Nantika Jeluta |

PT PLN (Persero) menggandeng empat perusahaan demi menjaga keandalan pasokan gas bumi dan Liquefied Natural Gas (LNG) untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Empat perusahaan pemasok gas itu adalah PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Tarakan, Husky CNOOC Madura Ltd dan INPEX Masela Ltd.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jual Beli Gas Bumi (PJBG), Head of Agreement (HoA) non binding dan Memorandum of Understanding (MoU) LNG ini dilakukan dalam acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 yang diselenggarakan oleh Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Bali, 25 November 2022.

Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara mengatakan, kesepakatan dengan para pemasok gas untuk bisa memastikan pasokan gas dan LNG untuk pembangkit aman.

"Kebutuhan ini akan terus meningkat karena gas memegang peran penting dalam transisi energi," ucapnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/11).

Iwan menyampaikan, PLN membutuhkan gas tetapi di saat yang bersamaan, PLN juga membutuhkan infrastruktur LNG dan jaringan pipanya.

Direktur Gas dan BBM PT PLN Energy Primer Indonesia Rakhmad Dewanto menambahkan, konsumsi gas PLN di 2011 adalah 800 billion bristh thermal units per day (BBTUD). Konsumsi tersebut naik sebesar 1.046 BBTUD di 2020 dan diproyeksikan akan naik sebesar 1.300 BBTUD di 2023.

Lanjut Rakhmad, penggunaan gas ke depan akan berkontribusi sebesar 34% atau setara dengan 3,4 billion cubic feet (BCF) dari total energi yang dikonsumsi pembangkit PLN di 2040. Menurutnya, gas juga memainkan peran yang sangat penting bagi PLN sebagai energi perantara dalam transisi energi.

"Akan bertambah 3 kali lipat dari saat ini, dan akan akan terus naik. Upaya ini akan menggantikan dengan energi terbarukan di 2060," lanjutnya.

Prioritas gas untuk pasar dalam negeri khususnya PLN diperlukan untuk memastikan gas atau LNG sebagai energi transisi mampu memenuhi target net zero emission di 2060. (OL-8)

BERITA TERKAIT