29 November 2022, 19:49 WIB

Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN, Menteri PUPR Temui Investor Jepang


Ficky Ramadhan |

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan sejumlah delegasi Jepang, yang dipimpin oleh Penasehat Utama Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Hiroto Izumi pada Selasa (29/11). 

Pertemuan ini membahas tindak lanjut penguatan kerja sama Indonesia dan Jepang dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur. Kerja sama Indonesia dan Jepang dalam pembangunan IKN sudah dimulai dengan dikirimkannya beberapa tenaga ahli.

Khususnya, untuk supervisi pembangunan infrastruktur IKN yang sedang berlangsung. "Kementerian PUPR sudah memulai pembangunan infrastruktur dasar di IKN, seperti pembangunan jalan tol dan jalan nasional," ujar Basuki dalam keterangannya, Selasa (29/11).

Baca juga: Jokowi Minta Penawaran Proyek IKN Kembali Digencarkan

"Lalu, penyediaan air baku, sanitasi, rumah untuk pekerja konstruksi IKN, serta penyiapan lahan siap bangun (land development) untuk kantor pemerintahan dan Istana Presiden berikut Wakil Presiden," imbuhnya.

Terkait dengan partisipasi investor, Basuki menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk mempercepat pembangunan IKN, investor asing juga dapat terlibat. Misalnya, untuk membangun rumah sakit, sekolah, pasar dan infrastruktur lainnya.

"Direncanakan pada kuartal III 2023, Presiden akan bertemu dengan sejumlah investor IKN yang berminat. Serta, menentukan ikut pembangunan pada bagian apa di IKN secara detail," jelas Basuki.

Baca juga: Finlandia Tertarik Investasi Pengelolaan Air Limbah di IKN

Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya sekedar memindahkan kantor pemerintah. Namun, juga untuk mengubah cara kerja dalam mempermudah kegiatan. "Investor tidak perlu ragu dalam memperoleh izin untuk pembangunan di IKN. Saya lihat perwakilan perusahaan sudah sangat relevan dengan pembangunan IKN," sambung dia.

Penasehat Utama JBIC Hiroto Izumi mengatakan pertemuan tersebut dihadiri perwakilan 12 perusahaan besar di Jepang, yang bergerak dalam pembangunan infrastruktur dengan spesialisasinya masing-masing. 

"Pemindahan IKN di Indonesia merupakan topik yang hangat bagi Jepang. Kami menantikan tindak lanjut dari pertemuan hari ini," tutur Hiroto.(OL-11)

BERITA TERKAIT