28 November 2022, 11:18 WIB

Perusahaan Pemegang Lisensi K-Pop akan IPO sekitar Rp126 miliar


mediaindonesia.com |

KOREA  Selatan saat ini menjadi negara yang gencar memasarkan berbagai produk mulai dari kecantikan, musik, serial televisi serta makanan. Fenomena yang disebut Korean Wave inl, kini telah menjadi kekuatan bagi Korea Selatan dalam memperoleh keuntungan ekonomi.

Sebagai contoh Korean Wave yang telah berkembang adalah K-Beauty, di mana produk kecantikan dari Korea Selatan telah menjadi trend setter paling terpercaya dan telah menjadi pilihan utama bagi wanita Indonesia.

Produk kecantikan dari Korea Selatan mencapai angka 57,6% dalam penguasaan pasar produk kecantikan di Indonesia, diikuti produk kecantikan dari Indonesia pada posisi nomor dua dengan pangsa pasar 37,4% dan selanjutnya berturut-turut produk dari Jepang sebesar 22,7%, USA sebesar 20,1%, Eropa 13% dan Thailand 2,8%.

Selain itu, K-POP juga telah berkembang menjadi genre yang tersebar luas tidak hanya secara regional, tetapi juga di seluruh dunia. Khusus di Asia Tenggara, Indonesia menunjukkan minat terbesar di antaranegara-negara Asia Tenggara lainnya.

Baca juga: IVE, Lim Young-woong dan BTS Raih Daesang MMA 2022

Berbagai produk Korea Selatan itu telah menjadi peluang bisnis dengan prospek yang sangat menjanjikan.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak- banyaknya 600.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp25.

Jumlah saham tersebut mewakili 25% (dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah pelaksanaan. Penawaran Umum Perdana Saham.

Harga saham akan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga Rp160,-Sehingga nilal IPO ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp126.000.000.000,-.

Direktur Utama MMI Mengky Mangarek menjelaskan Perseroan akan menggunakan dana tersebut dengan rincian:

1. Sekitar 65% akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan:

*  Sekitar 30% untuk biaya operasional, biaya pengiriman, blaya kantor, blaya penjualan, penambahan karyawan dan lainnya.

* Sekitar 70% untuk pembelian barang dagangan, antara lain berupa masker, patch aromaterapi, dan tissue dari PT Multi One Plus dan PT Tirta Dewi Jaya.

 2. Sekitar 35% akan digunakan untuk perluasan pusat distribusi dan sarana logistik.

 Lokasi pusat distribusi baru untuk produk-produk IP Lisensi Perseroan diperkirakan akan berada di daerah Bumi Serpong Damal tahun 2023 dan PIK2 tahun 2024.

Pada saat yang bersamaan, Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 300.000.000 Waran Seri yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebesar 16,67% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri diberikan sebagai Insentif bagi pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang  Saham pada Tanggal Penjatahan.

Setiap pemegang 2 Saham Baru Perseroan berhak memperoleh 1 Waran Seri dimana setiap 1 (satu) Waran Seri memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel, dengan nilal nominal Rp25,- dan harga pelaksanaan Rp300.

Dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja Perseroan yang antara lain digunakan untuk pembukaan flagship store dan K-pop mini booth.

Kepemilikan mayoritas saham PT Multi Medika Internasional sebelum penawaran umum adalah PT Multi Inti Usaha sebesar 80% dan akan menjadi 60% setelah penawaran umum.

Perseroan menjadwalkan akan melaksanakan penawaran awal pada 10-18 November 2022 Indikasi penawaran umum pada 25-29 November 2022, perkiraaan tanggal penjatahan pada 29 November 2022 dan perkiraaan tanggal listing di Bursa Efek Indonesia pada 1 Desember 2022.

PT Mirae Aset Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham PT Multi Medika International.

Profil Perseroan

PT Multi Medika Internasional (MMI) adalah perusahaan distribusi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang memiliki lisensi Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) terpercaya dan terkemuka yang berfokus pada mendistribusikan berbagai produk consumer goods, sebagian besar ke jalur perdagangan modern dan e-commerce.

MMI telah bermitra dengan pelaku ritel utama seperti Alfamart & Indomaret dan melakukan Inovasi berkelanjutan, seperti bekerja sama dengan pemegang IP global, sebagai fitur yang merupakan kelebihan utama dalam meningkatkan penjualan produk.

Saat ini Perseroan telah mendistribusikan produknya ke 40.000 toko minimarket dan supermarket di seluruh Indonesia. Dengan kiprahnya tersebut menempatkan Perseroan memiliki 5 (lima) keunggulan kompetitif yaitu:

1.Jaringan distribusi yang kuat dengan pemain utama jaringan modern retail.

2. Pemegang kontrak eksklusif dengan pemilik lisensi Intellectual Property brand-brand terkenal Korea dan Global.

3. Pemasok eksklusif produk House Brand Private Label (HBPL) barang Kesehatan disposable bagi Indomaret dan Alfamart

4. Satu-satunya perusahaan Indonesia yang punya kemitraaan Eksklusif K-Pop Corner activities untuk barang-barang konsumsi.

5. Optimalisasi strategi pemasaran digital. Perseroan bekerjasama dengan WIR Group dalam mengembangkan kehadiran digital di semua titik sentuh digital dan telah menambah lebih dari 3.000 titik di DAV Spot baik di online maupun offline seperti transportasi umum, bandara, stasiun KA, terminal bus, minimarket dan supermarket.

Berdasarkan hal tersebut, Perseroan memiliki prospek industri yang sangat baik melalui pemanfaatkan tren besar gelombang K-POP lifestyle di Indonesia, sehingga bisa menjadi pertimbangan investasi yang menguntungkan bagi calon investor. Sebab indonesia memiliki peringkat nomor satu dalam jumlah penggemar K-pop di seluruh dunia. Hal itu menunjukkan bahwa bisnis terkait K-pop masih akan memiliki potensi skala pasar yang besar.

Kinerja Keuangan

Hingga 31 Mei 2022, Perseroan memiliki total asset sebesar Rp82,61 miliar, dengan total liabilitas sebesar Rp32,47 millar dan ekultas Rp50,14 miliar.

Perseroan berhasil membukukan pendapatan per 31 Mei 2022 sebesar Rp82,13 millar, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp40,48 millar.

Posisi EBITDA Perseroan pada periode tersebut sebesar Rp25,55 miliar dibandingkan dengan posisi per 31 Mel 2021 yang sebesar Rp13,65 miliar.

Laba kotor Perseroan pada 31 Mel 2022 tercatat sebesar Rp52,13 millar dibandingkan dengan Rp13,57 millar yang dicatat pada periode yang sama tahun 2021. Sementara itu laba bersih pada periode tersebut tercatat sebesar Rp19,75 millar dibandingkan dengan Rp10,33 miliar yang dibukukan pada 31 Mei 2021. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT