27 November 2022, 23:45 WIB

Corporate University Pertamina Kejar Pemerataan Kompetensi Melalui Pelatihan dan Sertifikasi HSSE


Mediaindonesia.com |

Pertamina Corporate University (PCU) sukses menyelenggarakan HSSE Training & Certification Week (HTCW) 2022, pelatihan dan sertifikasi bidang HSSE terbesar dan pertama yang melibatkan lebih dari 580 peserta sekaligus dalam satu agenda. 

Salah satu tujuan utama HTCW 2022 adalah mengejar pemerataan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi HSSE seluruh pekerja di lingkungan Grup Pertamina. 

Jamaludin, HSE Support Marketing Office Regional (MOR) 5 Surabaya yang mengikuti pelatihan working at high, mengungkapkan bekerja di ketinggian membutuhkan skill khusus yang memang harus dipelajari dan dilatih. Salah satu hal yang jadi fokus adalah teknik tali- temali. 

"Lalu pengamatan ekstra karena menyangkut nyawa orang, ternyata kerja aman ada kiat ada prosedur jangan hanya mengejar proyek tapi keselamatan," kata Jamaludin, di HSE TC Sungai Gerong, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (25/11).

Keselamatan kerja jadi prioritas dalam pelatihan. Seperti dalam pelatihan gas tester, banyak pengetahuan dasar serta membutuhkan peralatan khusus dalam mengamankan ruangan agar terbebas dari gas berbahaya.

"Kami memastikan di area tersebut aman dari gas berbahaya misalnya kalau ada welding atau pengelasn. Masuk ke ruang terbatas atau tertutup seperti di dalam tangki. Kami harus tahu cara menggunakan alat gas detektor," ujar Andi Nurokman, Junior Operator 1 Refinery Unit VI Balongan, Indramayu.

HTCW yang baru pertama kali digelar menjadi  pengalaman berharga bagi para peserta. Menurut mereka, metode pelatihan yang baru dengan menggabungkan teori dan praktik sekaligus diikuti dengan challenge atau skenario langsung yang disatukan dalam satu agenda merupakan pengalaman baru dalam pelatiham HSSE yang tidak didapat di tempat lain. 

A Sahid Akbar, Operator HSE Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten yang ikut dalam pelatihan Fireman level 1, menyambut positif HTCW 2022. Event ini bisa menjaring banyak peserta sekaligus tanpa mengurangi kualitas dari pelatihan sehingga bagus untuk pembelajaran. Mereka diperkenalkan pada pengenalan pemadaman, pemakaian alat-alat pemadam, APAR, fire blanket, cara penempatan klasifikasi kebakaran seperti SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) cara pasang penggunaan, dan berapa lama bernapas. 

“Bagus untuk kawan-kawan, terutama fireman, mendalami lagi ilmu pemadaman kita lihat cuma pegang alat itu butuh tenaga, tidak gampang. Dalam waktu dau jam misalnya, mudah-an acara ini akan terus ada setiap tahunnya," jelas Sahid.

Ada tujuh program pelatihan yang dilakukan yakni Fireman Level I, Fireman Level II, Incident Command System, First Aid Level 2, Gas Tester, confined space dan working at high.

Selain pelatihan, PCU melakukan pendekatan terbaru dalam menggelar pelatihan dan sertifikasi yakni juga turut menggelar berbagai challenge agar apa yang sudah dipelajari bisa langsung dipraktikan. Ada beberapa challange yang disiapkan diantaranya Manifold Fire Fighting, Fire Combat, OSC Simulation, Basic Life Support, Mechanical Advantage, Gas Detector Utilization, Confined Space Rescue.

Andriyansyah, Senior Instructure HSE TC Sungai Gerong, mengungkapkan HTCW memang jadi salah satu solusi untuk mengejar ketinggalan matriks kompetensi. Tingkat pemahaman peserta dari pengalaman jadi salah satu dasar efektiftas sehingga sertifikat yang diperoleh benar-benar sesuai kemamuan. “Ini bagus dari sisi persiapan, pasti kita kemas lebih baik ada yang kurang,” katanya. 

Riduan Ofstevenly Simamora, HSE TC Sungai Gerong Instructure, juga mengakui inovasi untuk menggenjot komptensi HSSE para pekerja melalui HTCW harus disambut baik dengan optimasi pelatihan.
“Dengan jumlah banyak ini bagus sekali namun tetap masih ada pekerjaan untuk perbaiki agar lebih maksimal misalnya persiapan teknis, tenaga ahli (instruktur)

Sementara itu, Bambang Vio Gigantia, PIC pelatihan First Aider level 2, mengungkapkan hampir seluruh materi dalam pelatihan adalah sebagai upaya pencegahan kondisi fatal dalam suatu potensi insiden yang ada di tempat kerja. “Jadi preventif pencegahan tapi paling tidak sertifikasi memberikan titik awal mereka untuk bisa bersiap kapan saja terjadi walaupun semua orang dihdapkan kondisi belum tentu siap titik awal pemenuhan,” jelas Bambang.

Bagian dari Inovasi 

Yan Martes Andreas, Vice President PCU, menyatakan HTCW 2022 berangkat dari target manajemen Pertamina untuk meningkatkan standar kompetensi para pekerjanya di bidang HSSE. Kegiatan ini merupakan bentuk akselerasi sehingga manajemen bisa genjot peningkatan kualitas HSSE para pakerja karena di bisnis yang tinggi akan risiko seperti migas Pertamina membutuhkan para pekerja yang memiliki budaya HSSE di setiap lini.

“Kebutuhan teman-teman (tingkatkan kompetensi HSSE) sekaligus sertifikasi jadi kita pilih yang memang secara uji kompetesi skema penerbitan sertifikasi dari BNSP kurang,” ujar Yan Martes.

PCU berencana menyusun program terbaru agar HTCW bisa menjadi agenda tahunan. Menurut Yan Martes satu poin utama yang bisa diambil adalah antusiasme para perusahaan dibawah holding Pertamina yang mengirimkan pekerjanya untuk mengikuti HTCW sangat tinggi.

“Ini pilot perdana banyak improvemen yang bisa kita lakukan tetapi sebagai event pertama antusiasme  luar biasa smua subholding sama visinya ini penting,” ujar Yan Martes. 

Lelin Eprianto, SVP Human Capital Management Pertamina, menuturkan sudah kewajiban perusahaan yang bergerak di sektor energi untuk mempersiapkan para pekerjanya dari sisi HSSE. 

“Target perusahaan kita kan yang high risk industry , ini gimana caranya ada ngga ada kita antisipasi, ini (HTCW 2022) part of antisipasi,” ungkap Lelin.(RO/E-1)

BERITA TERKAIT