23 November 2022, 18:38 WIB

Kadin Indonesia-IISIA Gelar IBF 2022


Widhoroso |

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) akan menyelenggarakan IISIA Business Forum (IBF) 2022, 1-3 Desember mendatang di Surabaya, Jawa Timur.

IBF 2022 diharapkan dapat mempertemukan seluruh stakeholder industri baja nasional, termasuk pelaku industri baja, konstruksi, manufaktur, dan infrastruktur, pemerintah, masyarakat pengguna baja maupun perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun sinergi dan juga merumuskan kebijakan pengembangan industri baja nasional.

"IBF 2022 ini adalah acara pameran industri baja terbesar di Indonesia pada 2022 sebagai sarana yang mempertemukan seluruh stakeholder industri baja, konstruksi, manufaktur dan infrastruktur untuk bersinergi membangun industri nasional serta memberikan resolusi atas isu-isu dan tantangan ke depannya,” ujar Chairman IISIA, Silmy Karim, dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/11). 

Dikatakan, industri baja nasional berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang telah dicanangkan pemerintah sepertipembangunan Ibu Kota  Negara (IKN), akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam termasuk industri kendaraan listrik.

Dikatakan Silmy, saat ini industri baja nasional masih menghadapi tantangan dimana utilisasi kapasitas produksi nasional masih sangat rendah yaitu rata-rata 54%, di bawah good utilization sebesar 80%. Hal ini disebabkan masih tingginya jumlah produk baja impor yang masuk ke Indonesia.

"Karena itu, kami bersama para profesional di bidang industri terus berupaya menyuarakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui seminar yang juga diadakan bersama institusi pendidikan di IBF 2022 ini,” tambah Silmy.

Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyampaikan bahwa kontribusi ekspor besi dan baja masuk lima besar komoditas utama. Permintaan domestik dan ekspor besi baja meningkat seiringan pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

"Peluang pasar domestik yang besar, seiring dengan instruksi presiden tentang pelarangan belanja impor terhadap produk yang bisa diproduksi di dalam negeri dan pengoptimalan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada lintas sektor," lanjut Arsjad.

Ia menyampaikan bahwa daya saing infrastruktur Indonesia secara global saat ini berada pada posisi 55 meningkat dari posisi 57 pada 2021. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan di bidang infrastruktur namun belum cukup memadai karena masih tertinggal dari negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia

"Dengan adanya IBF 2022 ini, kami berharap perekonomian Indonesia dapat kembali bergerak, dimulai dari UMKM yang kami undang hingga industri baja sebagai penopang industri nasional Indonesia. Kesemuanya kami harapkan dapat memberikan kemajuan bagi Indonesia, seperti tema IBF 2022 ini yaitu Industri Baja Nasional untuk Indonesia Maju,” tutup Arsjad. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT