23 November 2022, 15:54 WIB

PUPR bakal Bangun Fasilitas yang Rusak akibat Gempa Cianjur


Insi Nantika Jelita |

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan kembali membangun fasilitas yang rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat.

Dari data pihaknya, sekitar 2.272 rumah yang rusak berat serta fasilitas umum seperti sekolah, masjid, gereja, dan kantor-kantor akibat bempa bumi berkekuatan 5,6 M melanda Kabupaten Cianjur pada, Senin (21/11).

"Sekarang Ditjen Perumahan PUPR sudah di sana (Cianjur), kan ada 2.272 rumah rusak. Nah, itu diverifikasi mana yang harus dibangun oleh PUPR sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/11).

Menurutnya, jika bangunan tersebut mengalami kerusakan yang minim atau retak-retak bisa diperbaiki sendiri oleh warga setempat. Namun, bila ada bangunan, seperti perkantoran, masjid, jembatan atau rumah sakit yang rusak parah atau roboh akibat gempa, PUPR akan membangun kembali dengan standar tahan gempa.

Pemerintah akan mengeluarkan bantuan bencana tersebut sebesar Rp50 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, Rp25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp10 juta untuk rumah dengan kerusakan ringan.

"Kalau (kerusakan) yang ringan atau sedang itu diberi uang sampai 25 juta itu, tapi kalau yang runtuh dibangun baru oleh PUPR, kami sudah punya stok," jelasnya.

Kementerian PUPR bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan penanganan untuk membuka konektivitas jalur Jakarta-Cianjur yang tertutup longsoran.

Ada dua lokasi yang kena longsoran, masing-masing sepanjang 100 meter dan 40 meter. PUPR pun sudah menyelesaikan pembersihan jalan di ruas tersebut. (OL-12)

BERITA TERKAIT