23 November 2022, 13:51 WIB

Lewat IVW 2022, Kemenperin Evaluasi Bersama Praktik Pendidikan Vokasi


mediaindonesia.com |

MEMASUKI hari ke-2 penyelenggaraan Industrial Vocational Week (IVW) 2022, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) dan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyelenggarakan diskusi berjudul 'Praktik Baik Pendidikan Vokasi untuk Penguatan SDM Indonesia'. 

Dalam acara yang diselenggarakan secara daring tersebut, Kepala Pusat PPPVI BPSDMI Restu Yuni Widayati menjelaskan bahwa diskusi dilaksanakan untuk menunjukkan kegiatan BPSDMI melalui unit pendidikan, yang diharapkan mampu membantu sekolah-sekolah dalam mengevaluasi kerja sama yang telah dilakukan.

“Kegiatan IVW bertujuan untuk menunjukkan kegiatan fasilitasi Kemenperin kepada industri, serta implementasi teknologi pada unit pendidikan vokasi yang dilaksanakan bersama dengan mitra dalam dan luar negeri. Dan pada hari ini, BPSDMI bekerja sama dengan TVET System Reform dan pihak lainnya,” tambahnya dalam keterangan, Rabu (23/11).

Baca juga: Sepanjang 2022, Kemendikbudristek Fasilitasi 1.204 SMK PK

Tiga poin yang menjadi topik utama dalam diskusi tersebut ialah pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) pada pendidikan vokasi, implementasi jadwal blok pada pembelajaran teaching factory, serta kurikulum pendidikan yang link and match dengan industri.

BPSDMI dan Kemenko Perekonomian berkolaborasi dengan pihak EKONID, TVET System Reform (TSR) GIZ, SMK-SMAK Makassar, SMK Negeri 3 Denpasar, SMK-SMTI Yogyakarta, Politeknik SSR, serta BPMP Provinsi Aceh pada diskusi tersebut. 

“Kami menyadari pentingnya SDM industri yang kompeten dalam mendukung kinerja industri nasional. Banyak hal telah dilakukan dalam mengembangkan pendidikan vokasi, terutama yang terkait dengan link and match antara SMK dengan industri, untuk memenuhi kebutuhan SDM industri yang kurang lebih mencapai 682 ribu per tahun,” tambah Restu.

Untuk menyediakan SDM yang kompeten, BPSDMI mulai tahun 2021 menjalankan kebijakan pembangunan vokasi industri bertaraf global dengan penyelenggaraan sistem ganda.

Hal ini didukung dengan kondisi Indonesia yang sedang memasuki era bonus demografi, di mana lebih dari 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif.

"Apabila dikelola dengan baik, hal ini merupakan sebuah potensi besar bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional," tutup Restu.

Plt Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian Chairul Saleh menambahkan bahwa SDM terampil yang memiliki produktivitas tinggi dan berdaya saing merupakan kunci kesuksesan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

. "Oleh sebab itu, salah satu komitmen pemerintah dalam membangun SDM ialah melalui pendidikan vokasi," ujar Chairul.

Namun, tambahnya, implementasi pendidikan vokasi dilaporkan masih menghadapi berbagai tantangan. Misalnya masih adanya mis-match antara kurikulum dengan industri, serta keterbatasan peluang magang bagi mahasiswa, yang akhirnya berdampak pada keterserapan lulusan vokasi di industri.

“Adanya instrumen (diskusi) ini saya harap dapat membantu sekolah dalam mengevaluasi kerja sama yang telah dilakukan, apakah sudah optimal atau masih ada yang harus ditingkatkan, sehingga sekolah dapat mengetahui komponen mana yang dapat diperbaiki,” tutupnya.

Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Kepala BPSDMI Arus Gunawan pada hari ke-1 penyelenggaraan IVW 2022, di mana ia mengajak unit pendidikan untuk mengelola lembaga profesional demi mencetak SDM industri kompeten.

“Dalam mengantisipasi perkembangan zaman dan dalam memasok kebutuhan SDM Industri, saya mengajak unit pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menciptakan profesionalitas dan kemandirian dalam mengelola lembaga pendidikan,” ucap Arus pada saat itu. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT