18 November 2022, 18:12 WIB

PLN Siap Pasok Listrik ke Smelter Zinc Pertama di Indonesia


Insi Nantika Jelita |

PT PLN (Persero) siap memasok listrik sebesar 39 megavolt ampere (MVA) untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral hasil tambang atau smelter zinc milik PT Kobar Lamandau Mineral (PT KLM).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Muhammad Joharifin mengungkapkan, smelter yang terletak di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini merupakan smelter zinc pertama di Indonesia.

Komitmen kedua pihak tersebut disahkan dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Penyediaan Tenaga Listrik Daya 39 MVA antara PLN dengan PT KLM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (11/11).

“Untuk mendukung hilirisasi mineral, kami siap memenuhi kebutuhan listrik bagi para pengembang bisnis di Indonesia dengan kualitas andal,” kata Joharifin dalam keterangannya.

Kolaborasi ini, ungkapnya, dilakukan guna mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah bagi produk tambang dalam negeri lewat hilirisasi mineral.

Saat ini, lanjut Joharifin, sistem kelistrikan di Kalimantan andal sehingga tidak ada lagi isu defisit daya. Sistem ini terhubung dengan jaringan transmisi interkoneksi Interkoneksi Barito – Mahakam dengan daya mampu 1.780 megawatt (MW) dan beban puncak tertinggi 1.305 MW dengan cadangan 475 MW.

“Jadi, bagi para pengusaha yang berniat akan membangun industri di Kalselteng silakan bangun, Anda fokus mengurus bisnisnya, kami yang urus listriknya,” jelas Joharifin.

Ia berharap, dengan penandatanganan ini dapat berdampak luas bagi perekonomian baik di daerah maupun secara nasional. Karena kehadiran industri smelter bisa menyerap tenaga kerja lokal yang kemudian berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Kobar Lamandau Mineral (PT KLM) Chandra Sastrawiliong menjelaskan, untuk menjawab tantangan soal impor produk zinc ingot atau logam seng dari luar negeri, pihaknya siap memproduksinya di dalam negeri dengan tingkat kemurnian diklaim mencapai 99%.

“Kami berharap bersinergi ini dapat memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi di Indonesia,” tuturnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT