17 November 2022, 22:49 WIB

PUPR Gandeng Jepang Bangun IKN Nusantara


Insi Nantika Jelita |

PEMERINTAH Indonesia bersama Jepang memperkuat kerja sama dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebelum mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang Mizushima dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, Rabu (16/11).

"Terima kasih Pemerintah Jepang khususnya MLIT dan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang telah mengirimkan beberapa tenaga ahli, terutama supervisi pembangunan infrastruktur IKN yang sedang berlangsung," kata Basuki dalam keterangannya, Kamis (17/11).

Ia mengungkapkan Kementerian PUPR sudah memulai pembangunan infrastruktur dasar di IKN sejak awal September 2022 lalu, di antaranya pembangunan jalan tol dan jalan nasional, penyediaan air baku, rumah untuk pekerja konstruksi IKN, serta penyiapan lahan siap bangun atau land development.

Basuki menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan IKN, investor asing dapat terlibat misalnya dalam membangun rumah sakit, sekolah, pasar, dan infrastruktur lainnya.

"Diharapkan para pengusaha Jepang bisa ikut berinvestasi dalam pembangunan IKN," tambah Basuki.

Wakil Menteri Mizushima menyampaikan Jepang memiliki ketertarikan yang besar terhadap proyek IKN. Berdasarkan permohonan pihaknya, JICA telah mengajukan surat kepada Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga untuk melakukan survei di IKN pada akhir November ini.

"Melalui survei ini, kami ingin bertukar pendapat secara aktif dengan Indonesia terkait pembangunan kota berkelanjutan di IKN," ucapnya.

Selain IKN, Jepang juga berinvestasi dalam pembangunan jalan tol Akses Patimban, Jawa Barat. Menteri PUPR menjelaskan bahwa progres kerja sama tersebut berjalan baik sesuai rencana. Proses lelang konsultan dan kontraktor pelaksana akan berjalan paralel. Pelaksanaan konstruksi direncanakan untuk dimulai pada April 2023 dan dituntaskan pada akhir 2024.

Terakhir, Menteri Basuki turut meminta dukungan Jepang dalam pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada Mei 2024 di Bali.

"Kami mengajak khususnya MLIT dan JICA untuk ikut berpartisipasi dalam WWF mendatang, mengingat Jepang telah berpengalaman menjadi tuan rumah WWF 2003 di Kyoto," pungkas Basuki. (OL-8)

BERITA TERKAIT