11 November 2022, 16:59 WIB

Indonesia Ekspor 1 Juta Ton CPO ke Tiongkok


Ficky Ramadhan |

INDONESIA resmi mengekspor 1 juta ton minyak kelapa sawit (CPO) ke Tiongkok. Aktivitas ekspor tersebut disepakati dalam penandatanganan kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok.

Asosiasi pelaku usaha Indonesia yang ikut dalam penandatanganan tersebut, yakni Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN).

Lalu, pelaku usaha dari Tiongkok yang mengikuti penandatangan tersebut secara virtual, yaitu China Chamber of Commerce for Food and Natural Products (CFNA). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengapresiasi para pelaku usaha antar kedua negara, hingga tercapainya kerja sama perdagangan tersebut.

Baca juga: Pungutan Ekspor Sawit US$0 Dilanjut hingga Desember

"Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Tiongkok, KBRI di Beijing, serta semua pihak atas dedikasi dan upaya dalam mewujudkan pelaksaanaan kegiatan hari ini," ujar Zulkifli dalam sambutannya, Jumat (11/11). 

"Saya juga apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan dukungan dari asosiasi serta pelaku usaha Tiongkok. Berikut, para asosiasi serta pelaku usaha produk kelapa sawit Indonesia yang berperan aktif menyampaikan hubungan perdagangan kedua negara," imbuhnya.

Baca juga: Harga Naik, Petani Sawit di Aceh Singkil Kembali Tersenyum

Penandatangan kontrak dagang tersebut, kata dia, merupakan tindaklanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Juli 2022 lalu.

"Ini merupakan bentuk tindak lanjut pertemuan bilateral kedua kepala negara pada akhir Juli. Tiongkok berkomitmen untuk membeli 1 juta ton CPO, serta produk pertanian dan perikanan dari Indonesia," jelas Zulkifli.

Pihaknya berharap penandatanganan ini dapat meningkatkan kerja sama perdagangan yang seimbang. Serta, saling menguntungkan dan berkesinambungan bagi kepentingan kedua negara.(OL-11)

BERITA TERKAIT