03 November 2022, 17:20 WIB

Menkeu Yakin Neraca Dagang Surplus Tahan Arus Modal Keluar


Despian Nurhidayat |

NERACA perdagangan Indonesia kuartal III 2022 tercatat surplus US$14,9 miliar. Ini dapat meredam capital outflow akibat penaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

"Kinerja positif neraca perdagangan dapat menekan arus modal keluar nonresiden pada investasi portfolio yang mencapai US$2,1 miliar akibat penaikan suku bunga di AS yang agresif serta ketidakpastian pasar keuangan global," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2022, Kamis (3/11).

Lebih lanjut, terkait dengan sisi eksternal Indonesia, kinerja ekspor juga diperkirakan masih tetap kuat, khususnya untuk komoditas batu bara, CPO, besi, dan baja. Ini seiring permintaan dari berbagai negara mitra dagang utama yang juga masih kuat serta akibat dari kebijakan pemerintah untuk terus mendorong ekspor CPO beserta turunannya.

Baca juga: Menkeu: PMI Manufaktur RI Masih Berada di Zona Ekspansif

Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial masih akan ditopang oleh realisasi positif dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 juga masih tetap kuat dam tercatat pada level yang masih tinggi yaitu US$130,8 miliar atau setara 5,9 bulan impor. (OL-14)

BERITA TERKAIT