23 October 2022, 21:34 WIB

BI Perlu Menjaga Selisih Bunga Acuan dengan The Fed


M Ilham Ramadhan Avisena |

BANK Indonesia dinilai mesti bisa menjaga selisih suku bunga acuan dengan The Federal Reserve (The Fed). Hal ini diperlukan untuk membuat daya tarik Indonesia tidak tergerus di pasar. Bila tidak, maka potensi arus modal keluar terbuka lebar.

Demikian dikatakan Portofolio Manager-Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Andrian Tanuwijaya melalui keterangannya, Minggu (23/10).

"BI perlu menjaga selisih suku bunga Indonesia dan AS tetap positif supaya daya tarik aset Indonesia tidak tergerus. Kalau tidak, maka bisa ada risiko arus dana keluar dari Indonesia untuk mencari imbal hasil lebih menarik," ujarnya.

Dia menambahkan, Fed Funds Rate (FFR) diekspektasikan akan mencapai 4,6% hingga akhir tahun ini. Bila itu terjadi, maka BI diekspektasikan akan menaikkan suku bunga ke kisaran 4,75% hingga 5,25%.

Selain untuk menjaga arus modal, upaya menjaga selisih suku bunga acuan dengan The Fed juga dipandang sebagai langkah antisipatif menjaga ekspektasi inflasi di dalam negeri.

Andrian menyatakan, sejauh ini dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal September lalu bersifat sementara dan terbatas pada tingkat inflasi nasional. Berdasarkan data historis, normalisasi inflasi pascakenaikan harga BBM akan terjadi dalam 3 atau 4 bulan berikutnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT