14 October 2022, 18:32 WIB

Laba Bersih Amar Bank Diprediksi Capai Rp150 Miliar di Tahun 2023


mediaindonesia.com |

Surya Fajar Sekuritas (SFS) baru-baru ini menerbitkan laporan riset ekuitas yang merekomendasikan investor ritel untuk membeli saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), dengan target harga Rp460.

Rekomendasi tersebut berasal dari beberapa perkembangan positif yang diharapkan dapat dilihat oleh investor pada tahun 2023, terutama dari pertumbuhan nilai yang tercipta atas sinergi antara Amar Bank dan Investree, yang saat ini memiliki 18,4% saham AMAR.

Laporan optimistis tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa sinergi AMAR dengan Investree akan memperluas target pasarnya ke segmen pelanggan yang lebih besar dan saling melengkapi.

Secara khusus, Investree menargetkan segmen kredit usaha kecil dan menengah (UKM) yang belum terlayani, yang kini dapat dilayani melalui AMAR.

Sementara itu, AMAR terus bertumbuh pesat di segmen kredit konsumer dan bisnis mikro melalui platform pinjaman digitalnya,

Tunaiku.

Pada tahun 2016-2021 AMAR merealisasikan Compounded annual growth rate (CAGR) 96% dalam penyaluran pinjaman melalui Tunaiku, dari hanya Rp 73 miliar pada 2016 menjadi Rp 2,1 triliun pada 2021.

Baca juga: Serangan Siber ke Sektor Keuangan dan Perbankan di Indonesia Lebih Banyak dari Rerata Global

Analis SF Sekuritas kini memperkirakan pendapatan bunga bersih dan laba bersih AMAR tumbuh sebesar 32,2% dan 17,4% CAGR masing-masing pada tahun 2023-2027, berdasarkan CAGR 27,7% dalam penyaluran pinjaman.

Laporan tersebut menyoroti bahwa pada tahun 2023, AMAR diperkirakan akan mencatat laba bersih sebesar Rp 150,9 miliar, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 49% yoy.

Laporan tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa saat ini segmen konsumer dan bisnis mikro berkontribusi sekitar 87% dari total pinjaman AMAR, sedangkan segmen korporasi besar berkontribusi 13%.

Kolaborasi dengan Investree akan memungkinkan AMAR untuk mengakses segmen UKM dan memungkinkan bank untuk mempertahankan pertumbuhan dan diversifikasi kredit yang kuat ke depan.

Masuknya AMAR ke segmen UKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang signifikan, mengingat segmen tersebut di Indonesia sangat besar namun masih belum terlayani.

Berdasarkan data Asian Development Bank, segmen UKM menyumbang 61% dari PDB Indonesia dan juga menyumbang lebih dari 96% dari total perusahaan dan karyawan di negara ini. Oleh karena itu, UKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia.

Namun, pinjaman yang diberikan kepada segmen UKM masih kurang dari 20% berdasarkan total pinjaman yang disalurkan di Indonesia.

Sebagai penggerak pertama dalam perbankan digital di Indonesia dan dengan kecanggihan teknologi yang dipadukan dengan kemampuan Investree, AMAR diharapkan dapat melayani dan meningkatkan akses keuangan bagi UKM Indonesia.

Dalam hal penilaian, laporan tersebut mengeluarkan rekomendasi BELI untuk AMAR dengan target harga Rp 460, menggunakan Model Pertumbuhan Gordon, dengan asumsi biaya ekuitas 10,2%, dan tingkat pertumbuhan normal 9,7%.

Target harga analis SFS sebesar Rp 460 menyiratkan 2023F 2,6x P/B. Saat ini AMAR diperdagangkan pada 2023F 1,5x P/B.

Pada tahun 2021, AMAR diperdagangkan pada kisaran penilaian 2,0x P/B. Secara rata-rata, valuasi bank digital pada 2021 mencapai 21,3x.

Mengomentari laporan tersebut, David Wirawan, Executive Vice President Finance Amar Bank, mengatakan, “Kami telah menerima banyak ulasan dan komentar positif dari analis ekuitas."

"Kami percaya bahwa laporan penilaian penting untuk membangun awareness dan kepercayaan dari investor publik, dan kami bermaksud untuk membangun hubungan dan mengomunikasikan rencana pertumbuhan ambisius kami dengan lebih banyak analis di masa mendatang. Seperti yang disoroti dalam laporan tersebut," tuturnya dalam keterangan, Jumat (14/10),

Amar Bank tetap benar-benar fokus untuk mengembangkan platform pinjaman digitalnya, Tunaiku, yang dilengkapi dengan aplikasi bank cerdas khusus seluler berbasis cloud, Senyumku.

Sebagai pelopor perbankan digital Indonesia, Amar Bank telah membuktikan kemampuan teknologi untuk melayani konsumen dan usaha mikro yang kurang terlayani, dan kerja sama dengan Investree akan memperluas target pasar bank untuk mencakup segmen UKM, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas di tahun-tahun mendatang. ”

Amar Bank baru saja mendapatkan penghargaan Indonesia Best Bank Awards 2022 oleh Warta Ekonomi untuk kategori The Development Banking Transactions Through Financial Technology di KBMI 1 - Private Bank, Inspirational Brand Award oleh Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) 2022, dan Top Digital Implementation (Top Implementasi Digital 2021 #Level Stars 4 - PT Bank Amar Indonesia Tbk) oleh IT Works.

Tunaiku, platform pinjaman digital Amar Bank, juga diakui sebagai Indonesia's Most Popular Digital Financial Brands di Millenials Popular Digital Brand dalam kategori E-loan oleh RRI dan The Iconnomics, dan The Compatible Customer Solution dalam Kategori Financial Technology di Grand Digital Marketing Company 2022 oleh Warta Ekonomi, juga Produk Pinjaman Fintech dengan Pertumbuhan Terpesat oleh International Finance Magazine. (RO/OL-090

BERITA TERKAIT