03 October 2022, 18:35 WIB

Hingga Agustus 2022, Pendanaan Macet Fintech Capai 2,89%


Despian Nurhidayat |

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa persentase pendanaan macet fintech peer to peer (P2P) lending per Agustus 2022 mencapai 2,89%. Angka ini masih dalam batas yang terkendali di tengah dinamika global.

"Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari sejak jatuh tempo (TKB90) fintech P2P lending mencapai 97,11%. Sehingga, persentase pendanaan macet mencapai 2,89%," ungkap Kepala Eksekutif Pengawasan IKNB OJK Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers virtual, Senin (3/10).

Selain itu, fintech P2P lending pada Agustus 2022 juga disebut terus mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 80,97% secara tahunan (yoy), yakni menjadi Rp47,23 triliun.

Baca juga: Sinergi Fintech dan Bank Bisa Beri Dampak Positif untuk UMKM

Dari sektor asuransi, lanjut Ogi, akumulasi pendapatan premi perusahaan asuransi periode Januari-Agustus 2022 mencapai Rp205,90 triliun, atau naik 2,10% yoy.

Sementara itu, permodalan di sektor asuransi terjaga dengan RBC industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 485,51% dan 310,08%, yang berada jauh di atas threshold sebesar 120%.

Baca juga: OJK: Kinerja IHSG Terkoreksi 1,92% pada September 2022

Ogi menambahkan nilai outstanding piutang pembiayaan pada Agustus 2022 meningkat 8,57% yoy, yakni menjadi Rp389,54 triliun. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan semakin membaik dengan rasio NPF gross pada Agustus 2022, yakni turun menjadi 2,60%.

"NPF neto periode Agustus 2022 juga membaik menjadi sebesar 0,70%. Gearing ratio perusahaan pembiayaan pada Agustus 2022 sebesar 1,96 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali," papar Ogi.

Pada sektor Dana Pensiun, aset per Agustus 2022 tercatat sebesar Rp338,20 triliun, atau meningkat sebesar 5,66% yoy. Sementara, investasi tumbuh 5,70% yoy menjadi sebesar Rp326,96 triliun.(OL-11)

BERITA TERKAIT