29 September 2022, 13:13 WIB

Presiden ke Menkeu: Kalau Punya Uang di APBN, Dieman-eman


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk 'mengeman-eman' Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah situasi sulit seperti sekarang.

"Saya selalu sampaikan kepada Bu Menkeu. Bu, kalau kita punya uang di APBN, dieman-eman. Dieman-eman itu dijaga, digunakan hati-hati," ujar Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, Kamis (29/9).

Ia memerintahkan bendahara negara untuk memanfaatkan setiap rupiah dengan saksama. Jangan sampai anggaran dikeluarkan secara jor-joran.

"Karena kita tidak boleh berpikir uang hanya untuk hari ini dan tahun ini. Kita harus lihat tahun depan seperti apa," sambungnya.

Kepala negara mengaku khawatir dengan ketidakpastian ekonomi yang masih terus melanda dunia. Berdasarkan informasi dari banyak pengamat internasional, situasi ekonomi tahun depan akan lebih gelap.

"Semua pengamat internasional menyampaikan tahun depan lebih gelap," ucap Presiden.

Baca juga: Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Tiga Bisa Capai 6 Persen

Pada agenda G7 yang dihelat Juni lalu, Jokowi mengatakan para pemimpin negara yang hadir juga menyuarakan ketakutan mereka. Semua negara mengeluhkan persoalan yang nyaris serupa, mulai dari krisis energi, krisis pangan hingga finansial.

"Dari situ saya bisa simpulkan bahwa semua sulit. Sama seperti ketika saya bertemu Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin. Mereka bilang perang tidak akan berhenti besok, bulan depan atau tahun depan. Artinya, ini tidak jelas. Negara kita perlu endurance yang panjang," tuturnya.

Kendarti demikian, ia masih bersyukur karena kondisi perekonomian Tanah Air masih lebih baik dibandingkan semua negara G7 atau bahkan G20. Jokowi menyebut tidak ada negara anggota G20 yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih baik dari Indonesia.

"Coba dicari negara G20 yang tumbuh di atas 5%. Kita ini yang tertiggi di G20," papar mantan wali kota Surakarta itu.

Dari segi nilai tukar, rupiah juga cenderung masih cukup kuat dibandingkan mata uang negara-negara lain.

"Ini yang harus kita syukuri dan kita memang masih perlu kerja keras dalam jangka panjang," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT