28 September 2022, 16:06 WIB

Kebijakan Moneter The Fed Kian Ketat, Perdagangan Aset Kripto Lesu


Despian Nurhidayat |

MARKET kripto saat ini sedang kembali bergelojak yang disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, investor semakin menghindari market, setelah beberapa pejabat The Fed silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan arah pengetatan kebijakan moneter.

"Dalam beberapa hari terakhir, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar, bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi demi mengendalikan inflasi," ungkap Trader Tokocrypto Afid Sugiono, Rabu (28/9).

Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi market kripto dan saham. Rentetan komentar itu memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.

Baca juga: Binance Meluncurkan Perdagangan ETH Tanpa Biaya

Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.

"Ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto mengacu pada pasar saham AS, untuk melihat selera risiko investor secara umum. Indeks saham AS terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed, yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi," imbuh Afid.

Di samping itu, market kripto terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang terpantau pada pukul 13.00 WIB menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51% dibanding kemarin. Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.

Perlu diketahui, pergerakan aset kripto pada hari ini, tampak lesu dan tak berdaya. Padahal sehari sebelumnya market bergerak di zona hijau. Melansir situs CoinMarketCap, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap telah terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Timbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

Contohnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 6,36% ke US$18.769 per keping, dan turun 1,25% selama seminggu terakhir. Sementara itu, Ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09% ke US$1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93% sepekan terakhir. 

Altcoin lainnya, XRP sangat prihatin anjlok 10,08%, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari 5% di waktu yang sama. Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, walaupun sempat kembali menyentuh level psikologisnya di US$ 20.000, itu belum membantu untuk terus bullish. 

Pada akhirnya, BTC harus kembali turun. Area support Bitcoin saat ini pada level US$18.125. Jika harga Bitcoin kembali bounce kemungkinan menargetkan kenaikan ke level US$19.610.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT