27 September 2022, 17:48 WIB

Rupiah Menguat Tipis karena Dolar AS Mulai Rentan Koreksi


Mediaindonesia.com |

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (27/9) sore menguat tipis seiring dolar AS yang kini mulai rentan koreksi. Rupiah ditutup menguat enam poin atau 0,04% ke posisi 15.124 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 15.130 per dolar AS.

"Rupiah menguat oleh koreksi pada dolar AS dengan pulihnya sentimen risk on, meningkatkan permintaan pada aset dan mata uang berisiko," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lain tampak melemah 0,41% ke level 113,6.

"Dolar AS sendiri terlihat sudah overbought dan rentan koreksi. Pelaku pasar menantikan lebih banyak data dan petunjuk, terutama menantikan data PDB final AS pada Kamis dan inflasi PCE AS Jumat ini," ujar Lukman.

Sebelumnya reli dolar AS tidak menunjukkan tanda-tanda melambat mencapai level tertinggi baru dalam 20 tahun terakhir didukung pernyataan pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), yang hawkish tanpa henti ketika mencoba mengendalikan inflasi. Indeks dolar mencapai level tertinggi baru dua dekade. Indeks dolar melonjak 0,81% menjadi 114,1 pada akhir perdagangan Senin (26/9).

The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada September ini. Ia melanjutkan langkah serupa dari Juni dan Juli lalu. The Fed juga mengindikasikan masih akan ada penaikan suku bunga hingga akhir 2022 sebagai upaya bank sentral untuk menekan inflasi yang tinggi di Negeri Paman Sam itu. Target suku bunga kebijakan The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 ke kisaran 4,25%-4,5% pada akhir tahun ini dan berakhir pada 2023 di 4,5%-4,75%. 

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi 15.135 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 15.122 hingga 15.174 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi 15.155 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 15.119 per dolar AS. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT