26 September 2022, 23:18 WIB

PLN Gandeng Jepang dan Tiongkok Kembangkan Teknologi Rendah Karbon


Insi Nantika Jelita |

PT PLN (Persero) menggandeng Jepang dan Tiongkok untuk mendorong potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia terkait teknologi rendah karbon.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) antara PLN dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Kyudenko Corporation, serta dengan China Renewable Energy Engineering Institute (CREEI) di Bali pada pekan lalu.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dalam transisi energi diperlukan teknologi pengganti pembangkit fosil untuk memikul beban dasar maupun menunjang stabilitas sistem, termasuk suplai listrik untuk daerah remote atau kepulauan.

"Kajian mendalam akan dilakukan PLN pada manajemen sistem energi di remote area,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (26/9).

Diharapkan hasil kajiannya dapat memberikan gambaran dan model rencana peningkatan bauran EBT di daerah yang terisolir hingga 100%.

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris Yahya menambahkan, pemerintah telah berkomitmen melakukan transisi energi secara bertahap sampai 2060.

Artinya, dalam beberapa tahun ke depan pembangkit listrik berbasis fosil tidak akan ada lagi, untuk itu perlu segera dipikirkan penggantinya.

“Saat ini kapasitas EBT kita sekitar 8,5 gigawatt (GW), tapi belum dimaksimalkan potensi yang kita punya. Sehingga perlu kita breakdown lagi untuk pengembangan tenaga surya, geothermal, air, angin, hingga laut,” urai Harris.

Adapun tiga kesepakatan kerja sama studi teknologi EBT ialah PLN bersama JICA dan Kyudenko Corporation berkolaborasi mengenai studi bersama 100% suplai listrik dari pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan di area remote.

PLN bersama CREEI mengenai kerja sama dalam Program Dukungan Teknis untuk Teknologi Rendah Karbon dan Perlindungan Lingkungan dan Sosial. Perusahaan pelat merah itu juga bersama Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan dan EBTKE melakukan survei dan studi pembangkit EBT.

Dari MoU dengan CREEI PLN akan mendapatkan transfer knowledge yang intensif dalam menghadapi transisi energi dan menuju net zero emission. Sementara nota kesepahaman dengan JICA akan memberikan kajian model pengembangan EBT di daerah remote. (OL-8)

BERITA TERKAIT