23 September 2022, 10:44 WIB

ILO: Pandemi Picu 2,6 Juta Pekerja Indonesia Alami PHK  


Iis Zatnika |

Pandemi telah memicu salah satu krisis pasar tenaga kerja terburuk, memengaruhi 29 juta pekerja di Indonesia serta 7 juta pencari kerja yang kian sulit mendapatkan pekerjaan. Sebanyak 2,6 juta pekerja bahkan kehilangan pekerjaan dan 24 juta lainnya mengalami pemotongan jam kerja dan upah.

Dampak serupa juga terjadi pada kalangan jurnalis. Stres, kecemasan, depresi, gangguan tidur dan makan atau kelelahan dialami banyak jurnalis. Pandemi telah menempatkan pekerja media di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menguji kondisi psikososial. Tantangan lainnya, mereka harus menghadapi risiko keamanan sekaligus krisis yang melanda industri media.

Media di Indonesia juga dihadapkan pada isu polarisasi, siklus berita terkini yang tak henti-hentinya hingga hiper-konektivitas, ketika mereka selalu terhubung lewat berbagai platform komunikasi dan sosial media. Di sisi lain, kondisi kesehatan mental belum menjadi topik yang lazim dikupas di kalangan jurnalis.

Demikian terungkap dalam temu wicara Kesehatan Mental dan Jurnalis yang menjadi bagian dari rangkaian acara “Dunia Usaha dan Pekerja Bertahan Melewati Pandemi dengan Penguatan Sistem Manajemen K3” yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang di Jakarta, Kamis (22/9). Diskusi menghadirkan psikolog Yayasan Pulih Jackie Viemilawati, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan serta Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Sasmito. 

Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Muhammad Idham saat membuka acara, Selasa (20/9) menekankan pentingnya pemajuan prinsip dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar Indonesia lebih tangguh menghadapi krisis di masa depan, seperti pandemi.

“Investasi K3 akan berdampak langsung pada produktivitas, mengurangi kecelakaan, meningkatkan citra perusahaan serta tentunya ketahanan ekonomi. Acara ini mejadi bagian dari proyek Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja yang melibatkan banyak mitra dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya penerapan K3 di berbagai sektor,” kata Idham di depan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Jepang Masami Tamura dan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Michiko Miyamoto.

Program Peningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja  terdiri dari seminar, pameran dan penyerahan hasil proyek pada pemerintah Indonesia. Sebanyak 1.500 tempat kerja dan 22.000 pekerja di Indonesia telah terpapar program ini dengan biaya 1,6 juta dolar AS yang didanai Pemerintah Jepang. Pihak yang terlibat di antaranya, konfederasi serikat pekerja, Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta organisasi jurnalistik. (X-16)
 

BERITA TERKAIT