22 September 2022, 18:20 WIB

BI Prediksi Ekonomi Global Mampu Tumbuh 2,8%


M Ilham Ramadhan Avisena |

BANK Indonesia memprediksikan perekonomian global dinilai berisiko tumbuh lebih rendah akibat tingginya tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global. Bank sentral memprediksikan pertumbuhan ekonomi global akan berada di level 2,8% pada 2022.

"Perekonomian global diperkirakan tumbuh 2,8% tahun ini. Sedangkan pada 2023 akan melemah menjadi 2,7% atau bahkan 2,6%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9).

Dia mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi diprediksi akan lebih besar pada 2023 terutama di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok, bahkan disertai dengan risiko resesi di sejumlah negara maju. Volume perdagangan dunia juga tetap rendah.

Di tengah perlambatan ekonomi, disrupsi pasokan meningkat sehingga mendorong harga energi bertahan tinggi. Tekanan inflasi global semakin tinggi seiring dengan ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung, serta terjadinya fenomena heatwave di beberapa negara.

"Inflasi di negara maju maupun emerging market meningkat tinggi, bahkan inflasi inti berada dalam tren meningkat sehingga mendorong bank sentral di banyak negara melanjutkan kebijakan moneter agresif," jelas Perry.

Ia menambahkan, perkembangan terkini menunjukkan kenaikan Fed Fund Rate lebih tinggi dan diprakirakan masih akan meningkat. Perkembangan tersebut mendorong semakin kuatnya mata uang dolar AS dan semakin tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Kondisi ini dinilai mengganggu aliran investasi portofolio dan tekanan nilai tukar di negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. (OL-8)

BERITA TERKAIT