22 September 2022, 16:11 WIB

BI Pastikan Perkuat Respons Bauran Kebijakan


M. Ilham Ramadhan Avisena |

BANK Indonesia memastikan akan terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi. Demikian dikatakan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9).

Perry mengatakan, BI akan memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo (BI7DRR) untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya.

Kemudian, bank sentral bakal memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai bagian pengendalian inflasi. "Dilakukan dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," jelas Perry.

Selanjutnya, BI akan melanjutkan penjualan atau pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Itu dilakukan dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek.

Hal tersebut dilakukan sejalan dengan kenaikan suku bunga BI7DRR dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah, dengan pertimbangan tekanan inflasi lebih bersifat jangka pendek dan akan menurun kembali ke sasarannya dalam jangka menengah panjang.

"BI juga melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada aspek profitabilitas bank," kata Perry.

BI, lanjutnya, juga akan mendorong percepatan dan perluasan implementasi digitalisasi pembayaran di daerah melalui pemanfaatan momentum pelaksanaan dan penetapan pemenang Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Baca juga: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

Bank sentral juga akan mendorong akselerasi pencapaian QRIS 15 juta pengguna dan peningkatan penggunaan BI-FAST dalam transaksi pembayaran.

Lebih lanjut, Perry menyampaikan, koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat, pemerintahdDaerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

"Sinergi kebijakan antara BI dengan kebijakan fiskal pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan," jelas Perry.

Selain itu, lanjut Perry, BI akan terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Koordinasi bersama Kementerian Keuangan dan K/L terkait terus diperkuat dalam rangka menyukseskan 6 agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 dalam pertemuan ke-4 FMCBG Oktober 2022 dan G20 Leader Summit November 2022. (OL-4)

BERITA TERKAIT