22 September 2022, 09:27 WIB

Erick Sebut Subholding PLN Berpeluang Melantai di Bursa


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN BUMN telah resmi membentuk holding dan empat subholding PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Salah satu subholding tersebut berpeluang melantai di bursa saham atau melaksanakan Initial Public Offering (IPO).

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh yang akan konsolidasikan di dalam subholding PLN ICON+, akan dipertimbangkan IPO dengan bisnis internet atau jaringan kabel milik PLN.

"Dimungkinkan (IPO) terutama yang ICON+ dan Beyond KWH. Artinya mengonsolidasikan bisnis PLN yang diluar kelistrikan. Ini bisa memaksimalkan jaringan kabel yang sudah ada ini dijadikan fiber optik," jelas Erick saat Konferensi Pers di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/9).

ICON+ telah meluncurkan produk layanan internet berbasis jaringan fiber optik yang disebut Iconnet. Erick melihat dengan pasar ekonomi digital yang bakal tumbuh pesat, potensi bisnis subholding PLN ini bisa digenjot lebih luas.

Baca juga: Dolar AS Melesat Sementara Saham Terpuruk usai Fed Naikkan Suku Bunga

Baca jugaHarga Emas Naik 4,60 Dolar AS Terdorong Isu keputusan Federal Reserve

Ia pun menyebut nilai digitalisasi di Tanah Air diproyeksikan mencapai Rp4.800 triliun di 2030. Hal tersebut harus dimanfaatkan BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.

"Pastinya ini ada peluang ketika ekonomi digital tumbuh kita bicara yang namanya infrastruktur itu ya salah satunya fiber optic atau kabel yang dipunyai PLN yang bisa mengalirkan yang namanya wi-fi dan lain-lain," kata Menteri BUMN.

Layanan subholding PLN, Beyond KWH dianggap Erick akan berdampak besar pada ekspansi bisnis perusahaan pelat merah itu

"Potensi itu ada dan mekanisme daripada beyond KWH itu juga banyak implikasinya. Ini mungkin terlalu cepat ya (untuk IPO), tapi peluang itu ada," pungkasnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, keempat subholding PLN yang terbentuk ialah PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara Power (Generation Company/Genco 1), PLN Indonesia Power (Generation Company 2) dan PLN ICON Plus.

Ia mengungkapkan, dengan adanya holding-subholding, aset-aset pembangkitan PLN yang tadinya tersebar kini akan dikonsolidasikan. Proses bisnis pengelolaan pembangkitan disederhanakan. Utilisasi aset yang tadinya belum maksimal, akan makin dioptimalkan. Perusahaan setrum negara itu bertekad membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh.

"Aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan kelistrikan, kami kembangkan untuk layanan beyond Kwh. Ada layanan internet, ada PLN market Place, ada EV Charging, baterai swap, rooftop dan lainnya. Super App kami New PLN Mobile, menjadi ujung tombaknya," urai Darmawan. (H-3)

BERITA TERKAIT