21 September 2022, 17:32 WIB

Rupiah Melemah Dekati 15.000 per Dolar AS


Mediaindonesia.com |


NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (21/9) sore melemah mendekati level psikologis 15.000 per dolar AS. Ini menjelang keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09% ke posisi 14.997 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.984 per dolar AS. "Dolar AS menguat di balik prospek penaikan suku bunga yang besar dari Federal Reserve," kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga setidaknya 75 basis poin (bps) pada akhir pertemuan mereka. Hasilnya akan diumumkan pada tengah malam nanti.

Pelaku pasar juga menilai ada peluang kenaikan sebesar 100 bps setelah data inflasi AS yang tinggi pada pekan lalu. Jika terjadi penaikan tersebut, itu akan menjadi yang kelima oleh The Fed pada tahun ini. Ini diperkirakan membuat pasar memburu dolar AS. Sebelum fokus tertuju ke keputusan moneter The Fed yang dijadwalkan pukul 01.00 WIB dini hari nanti, pelaku pasar akan mencari katalis dari data existing home sales AS yang dirilis pada pukul 21.00. 

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) pada Kamis (22/9) besok juga diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) untuk meredakan tekanan pada rupiah. Pada Agustus lalu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75%.

Suku bunga deposit facility juga dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 3% dan suku bunga lending facility turut ditingkatkan sebesar 25 bps menjadi 4,5%. Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi 15.018 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 14.996 per dolar AS hingga 15.019 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi 15.011 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 14.975 per dolar AS. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT