20 September 2022, 20:56 WIB

BSI Mau Rights Issue Hingga Rp5 Triliun pada Kuartal IV 2022


Insi Nantika Jelita |

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan menggelar aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal IV 2022.

Adapun perseroan bakal menerbitkan maksimal 6 miliar saham seri B, dengan nilai nominal Rp500 per saham atau maksimum senilai Rp5 triliun.

"Pada kuartal IV, (kami) rencana mau rights issue untuk naikin modal dan ekspansi bisnis," jelas Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (20/9).

Baca juga: Wapres: Unit Usaha Syariah Harus Spin-Off dari Bank Konvensional

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tambahan permodalan (ekuitas) itu juga meningkatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan hingga di atas 20% pada 2025. Diketahui, saat ini CAR perusahaan masih di angka 17%.

"Rights issue ini upaya agar CAR kita lebih tinggi dari 17%, bahkan di atas 20%. Karena waktu merger belum ada injeksi modal, kita harus inject lagi," imbuhnya.

Hery juga menjelaskan nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) BSI sudah mencapai US$3,69 miliar. Angka tersebut dikatakannya sudah membawa BSI masuk dalam 14 perbankan syariah terbesar di dunia.  

Baca juga: BSI Lampaui Target Penjualan SR017 Capai Rp2,06 Triliun

Pihaknya pun bertekad pada 2025, BSI bakal masuk dalam daftar 10 perbankan syariah terbesar di dunia, bersama Arab Saudi dan Kuwait. "Sekarang, market capitalization kita US$3,69 miliar. Nanti bisa di atas US$5-5,5 miliar," tutur Hery.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menjelaskan bahwa per Juni 2022, jumlah aset total BSI mencapai Rp277 triliun dan ekuitas sebesar Rp26 triliun.

"Ini merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. BSI akan punya peran penting dalam pembangunan perekonomian syariah," kata Susyanto.(OL-11)

BERITA TERKAIT