13 September 2022, 11:45 WIB

Apa itu Neraca Pembayaran? Ini Penjelasannya


Mesakh Ananta Dachi |

DALAM sirkulasi ekonomi suatu negara, penting untuk mengetahui selisih dari ekspor dan impor, agar tercipta data mengenai kondisi moneter negara. Oleh karena itu, kita mengenal istilah neraca pembayaran, yang mengatur informasi dari total keseluruhan transaksi internasional.

Pengertian Neraca Pembayaran

Melansir dari KBBI, neraca pembayaran adalah perbandingan penerimaan uang antara dua negara (dalam perdagangan dunia); daftar perkiraan yang terperinci tentang transaksi perdagangan yang diselenggarakan oleh negara dalam jangka waktu tertentu. Artinya, fokus dalam neraca pembayaran adalah selisih dari pendapatan (debit) yang kita dapat melalui kegiatan ekspor dan utang (kredit) yang kita peroleh dari kegiatan impor. Pencatatan ini terjadi dalam suatu periode, per bulan atau triwulan.

Bank Indonesia mencatat pada triwulan II 2022, NPI mencatat surplus 2,4 miliar dolar AS, setelah mengalami defisit 1,8 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. 

Berbeda dengan neraca perdagangan, neraca pembayaran fokus pada keseluruhan komponen yang di ekspor dan impor, baik itu jasa maupun modal. Neraca perdagangan umumnya hanya fokus pada barang, yang berupa migas dan nonmigas.

Fungsi Neraca Pembayaran

Sesuai dengan pengertiannya, neraca pembayaran memiliki fungsi yang vital dalam pencatatan kondisi ekonomi suatu negara. Berangkat dari hal tersebut, pemerintah dapat mengambil tindakan yang bersifat menguntungkan negara, pada umumnya terdapat melalui kegiatan ekspor. Dengan melakukan modifikasi sistem impor juga dapat dilakukan untuk mengurangi utang (kredit).

Baca juga: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2021 Surplus USD 10,7 Miliar

Selain itu, neraca pembayaran juga dapat dijadikan sebuah data, baik data nasional, dalam bentuk pelaporan Bank Indonesia kepada masyarakat dan data untuk konsumsi internasional. Masyarakat dapat melihat langsung kondisi kegiatan perdagangan internasional, apakah bersifat surplus atau defisit.

Komponen Neraca Pembayaran

Dalam neraca pembayaran, terdapat komponen yang menciptakan akumulasi keseluruhan dari data yang terhimpun di neraca pembayaran.

1. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan mencatat keuntungan (debit) yang diperoleh dari kegiatan ekspor dan utang (kredit) yang diperoleh dari impor. Neraca perdagangan hanya fokus pada barang yang berupa migas dan nonmigas.

2. Neraca Lalu Lintas Modal

Neraca lalu lintas modal mencatat hasil keuntungan yang berasal dari pinjaman, baik dari luar negeri maupun ke luar negeri, yang menciptakan keuntungan dan kerugian bagi negara.

3. Neraca Lalu Lintas Moneter

Neraca lalu lintas moneter mencatat cadangan dan pertumbuhan devisa yang ada di dalam negeri. Misalnya devisa dolar. Semakin rendah perbandingan antara rupiah dan dolar, akan menciptakan keuntungan bagi negara, sebaliknya, semakin tinggi perbandingan rupiah dengan dollar, akan menciptakan kerugian bagi negara.

4. Neraca Hasil Modal

Neraca hasil modal mencatat hasil dari bunga dan dividen yang tercipta dari utang (kredit) yang berasal dari luar negeri atau ke luar negeri

5. Neraca Jasa

Seperti neraca perdagangan, namun neraca jasa mencatat hanya hal yang bersifat jasa dan bukan barang.(OL-5)

BERITA TERKAIT