01 September 2022, 15:24 WIB

BPS: Pangkalpinang Alami Deflasi 1,20 Persen


Mediaindonesia.com |

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Kota Pangkalpinang pada Agustus 2022 mengalami deflasi 1,20 persen, karena harga kelompok makanan di ibukota provinsi itu turun.

"Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Pangkalpinang pada Agustus tahun ini 111,52 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 112,8," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan deflasi di Kota Pangkalpinang pada Agustus 2022 karena turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu makanan, minuman dan tembakau turun 2,31 persen, serta kesehatan 0,02 persen.

"Kelompok transportasi turun 3,61 persen dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga turun 0,18 persen," ujarnya.

Sebaliknya kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu pakaian dan alas kaki 0,43 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya 0,49 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen, penyediaan makanan dan minuman 0,13 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,11 persen.

"Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks," katanya.

Menurut dia, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Agustus 2022 diantaranya angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai merah. Sebaliknya, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bahan bakar rumah tangga, beras, ikan selar, telur ayam ras, dan cumi-cumi.

"Pada Agustus tahun ini, dari 11 kelompok pengeluaran, 4 kelompok memberikan andil deflasi, 5 kelompok memberikan andil inflasi, dan 2 kelompok tidak memberikan andil apapun," katanya.

Ia menambahkan tingkat inflasi tahun kalender Agustus 2022 sebesar 4,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) adalah sebesar 6,87 persen.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2022 secara umum menunjukkan adanya penurunan," katanya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT