01 September 2022, 14:57 WIB

DPR Curigai Penghargaan Swasembada Beras untuk RI, Ini Penjelasan IRRI


Despian Nurhidayat |

INTERNATIONAL Rice Research Institute (IRRI) meluruskan perihal penghargaan yang diserahkan pada 14 Agustus 2022 lalu, di mana langsung diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Adapun pemberian penghargaan itu sempat dipertanyakan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian pada 31 Agustus 2022. Sudin mempersoalkan teknis dan proses pemberian penghargaan dalam bentuk plakat. 

Menurutnya, pembuatan plakat penghargaan tersebut dilakukan di Indonesia. Sehingga, memunculkan persepsi negatif, karena dianggap tidak serius dan hanya akal-akalan semata.

Baca juga: Swasembada Beras, FAO Bangga pada Capaian Indonesia

Perwakilan IRRI untuk Indonesia, Hasil Sembiring, menjelaskan pembuatan plakat sudah melalui mekanisme panjang dan pertemuan berkali-kali sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya, IRRI memutuskan untuk membuat plakat di Indonesia, karena mempertimbangkan efisiensi dan mengonvensinya melalui sertifikat plakat.

"Saya tidak mengerti apa yang diributkan DPR. Saya perlu kasih tahu bahwa diskusi pembuatan sertifikat ini prosesnya berbulan-bulan. Sudah melalui pertemuan berkali-kali. Bahkan, terkhir Dirjen IRRI, Jean Balie, diskusi langsung dengan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/9).

Menurutnya, pembuatan plakat di Indonesia juga didasari pada kondisi dunia mengalami lonjakan kasus covid-19. Sehingga, kantor pusat IRRI menerapkan kebijakan WFH. Atas berbagai pertimbangan itu, IRRI membuat plakat sertifikat di Indonesia.

"Mengingat dari sisi waktu dan praktisnya, maka kita buat di Indonesia," imbuh Hasil.

Baca juga: Mentan Paparkan 3 Strategi Atasi Krisis Pangan Global

Diketahui, rombongan IRRI termasuk Dirjen IRRI Jean Balie menginap di hotel Jakarta dengan membayar sendiri. Selain itu, lanjut dia, tiket pesawat sampai tes PCR juga merogoh kocek sendiri. "Hanya mobil saja yang dipinjamkan karena menghormati sebagai tamu, apalagi beliau diundang," pungkasnya.

"Rasanya sangat tidak layak jika Indonesia tidak memberi fasilitas mobil jemputan. Menurut saya, hal begini tak perlu dibicarakan dan dibahas, apalagi di sidang DPR. Apakah tidak ada isu lain yang lebih penting?" sambung Hasil.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menggandeng IRRI untuk mengembangkan varietas padi bernutrisi tinggi, sebagai salah satu upaya bersama mengatasi stunting atau kurang gizi kronis. Hasilnya, kementerian mengeluarkan varietas bernama Inpari Nutri Zinc.

Adapun varietas tersebut mampu memproduksi 6,3 ton per hektare gabah kering giling (GKG). Beras varietas ini juga terbukti mengandung zinc sebesar 34,5%. Artinya, lebih tinggi dari varietas non-nutrisi dengan kandungan zinc hanya 20%.(OL-11)


BERITA TERKAIT