26 August 2022, 22:53 WIB

Ekspor Industri Furnitur Capai Rp12,6 T


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, nilai ekspor industri diperkirakan terus meningkat pada tahun ini. Hingga kuartal I 2022 nilai ekspor tersebut mencapai US$855 juta atau sekitar Rp12,6 triliun. Jumlah ini naik 22,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan industri furnitur nasional pada kuartal I 2022 sebesar 4,36% year on year (yoy). Agus menyebutkan, sepanjang lima tahun terakhir, kinerja ekspor industri furnitur Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 77,9%.

"Nilai ekspor furnitur di 2021 mencapai US$2,8 miliar atau naik sebesar 33% dibanding 2020. Tren peningkatan ini masih akan terjadi pada periode tahun ini,” ungkapnya dalam keterangan pers, Jumat (26/8).

Ia mengaku pihaknya proaktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk tampil di ajang pameran tingkat nasional dan internasional. Upaya strategis ini dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan akses pasar atau penjualan dari para pelaku IKM yang ikut serta tersebut.

Misalnya, Kemenperin telah memboyong sebanyak 28 IKM furnitur untuk berpatisipasi pada Pameran Indonesia Furniture Expo (IFEX) 2022 di Jakarta beberapa waktu lalu. Ajang ini rutin diadakan setiap tahun dan menjadi pameran furnitur terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

“Penyelenggaraan IFEX terbukti memberikan efek positif yang sangat besar terhadap industri furnitur Indonesia, sehingga pasar furnitur Indonesia bisa terus berkembang,” klaim Agus.

Senada, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, kehadiran IKM pada pameran IFEX merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Aku Siap Ekspor dalam rangka meningkatkan ekspor produk home decoration atau dekorasi rumah dan furnitur para pelaku IKM ke pasar internasional.

“Dari 50 IKM furnitur yang dikurasi, terdapat 28 IKM yang lolos ikut serta di pameran IFEX dan memiliki kapasitas ekspor," ucapnya.

IKM tersebut dinilai layak ikut dalam pameran internasional untuk menjalin kemitraan dengan eksportir, sehingga akses pasar mereka semakin terbuka lebar.

Menurut Dirjen IKMA, industri furnitur nasional sebetulnya sudah mampu bersaing secara global karena produk-produk yang dihasilkan sangat beragam dan inovatif. Selain itu, menampilkan ciri khas Indonesia yang menarik perhatian buyers internasional karena keunikannya.

Contohnya, IKM furnitur asal Cirebon, CV Toju Furniture International. IKM perajin furnitur dan dekorasi dari rotan ini telah memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 produk per bulan, dan sudah mengekspor

produknya ke Australia, Finlandia, Tiongkok, dan Belgia. Sedangkan, CV Amarta Furniture dari Yogyakarta, rata-rata mampu memproduksi 4.000 produk dan telah ekspor ke Jerman, Italia, dan Prancis. (OL-8)

BERITA TERKAIT