18 August 2022, 21:34 WIB

Negara G20 Didorong Kelola Bisnis yang Transparan dan Berkelanjutan


Mediaindonesia.com |

B20 Integrity and Compliance Task Force (I&C TF), Kamis (18/8) menggelar dialog bersama dengan para menteri negara G20 dan pemangku kepentingan global terkait dengan komitmen Integritas dan Kepatuhan dalam menjalankan agenda B20-G20. Hal ini ini diharapkan dapat mendorong pemulihan, pertumbuhan, dan transformasi global. 

Acara dialog B20-G20  yang digelar secara hybrid ini diisi diskusi strategis dan pemaparan seputar rekomendasi kebijakan yang sudah dirumuskan I&C TF selama rentang waktu beberapa bulan terakhir. 

Seperti diketahui, komunitas bisnis global dari negara-negara G20 telah membentuk I&C TF sebagai salah satu dari tujuh gugus tugas prioritas dalam agenda mereka sejak 2012. 

Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan B20 Indonesia berkomitmen untuk mendorong pelaku bisnis Tanah Air dan global agar mengembangkan dan mengadopsi praktik-praktik bisnis dan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel ,dan berintegritas.
 
Hal ini, kata dia, sejalan dengan tujuan B20-G20 Indonesia sekaligus prinsip dan 17 tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) yang terangkum dalam 4 pilar yakni Pembangunan Sosial, Pembangunan Ekonomi, Pembangunan Lingkungan, dan embangunan Hukum dan Tata Kelola. 

“Standar dan praktik bisnis serta pemerintahan yang baik, transparan, dan berkelanjutan. Ini juga akan membantu negara-negara berkembang menarik investor ke proyek-proyek utama yang penting untuk mengurangi kesenjangan, beradaptasi dengan perubahan iklim dan mencegah proyek mangkrak akibat praktik koruptif,” jelas Shinta. 

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, menjelaskan inovasi praktik pembangunan berkelanjutan, transparan, berintegritas dan bisnis yang jauh dari praktik kecurangan akan mempercepat pemulihan ekonomi dan akan membuat pondasi yang kuat bagi tata kelola dunia yang lebih adil, baik itu secara ekonomi maupun sosial.

Saat ini, lanjut Arsjad, KADIN Indonesia tengah mendorong adopsi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang baik di kalangan dunia usaha demi keberlanjutan usaha di masa depan. Praktek bisnis yang mengadopsi prinsip ESG dan berintegritas akan membawa nilai tambah kepada perusahaan, salah satunya membuat pengelolaan bisnis akan jalan secara efektif dan efisien. 

Hal senada dikatakan Haryanto T. Budiman selaku Chair of I&C TF . Menurut dia upaya global untuk bangkit dan pulih pascapandemi tidak boleh mengabaikan aspek integritas, kepatuhan dan berkelanjutan. Saat ini, kata dia, , pelaporan keberlanjutan telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan bisnis selama beberapa tahun terakhir dan sekarang harus kembali diperbaiki setelah adanya pandemi. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT