18 August 2022, 20:42 WIB

Hingga 2024, Bisnis Ekspres DHL Tambah Investasi Rp376 M


Insi Nantika Jelita |

DEUTSCHE Post DHL Group, perusahaan logistik terkemuka di dunia, akan mengucurkan investasi sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp376 miliar selama dua tahun ke depan melalui bisnis usahanya DHL Express Indonesia. Dana tersebut untuk penggantian armada dan empat fasilitas baru yang berada di Gateway baru di Surabaya dan Denpasar, serta Service Centre baru di Bekasi dan Tangerang. 

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan pihaknya menaruh perhatian yang tinggi terhadap bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama pandemi terdampak akibat pembatasan kegiatan.

Baca juga: FUMIDA Gelar Perlombaan Antar Karyawan Untuk Meriahkan HUT Ke-77 RI

Pihaknya mengaku berupaya mengoperasikan 48 gerai ritel dan titik layanan di berbagai lokasi utama di Indonesia untuk melayani konsumen yang ada.

"Sejak pandemi kita lihat UMKM yang berada di Jawa, Bali dan lainnya sangat terdampak. Kami akan terus melayani agar para UMKM tumbuh dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (18/8).

Secara kolektif, DHL telah berinvestasi sebesar 140 juta euro atau sekitar Rp2,1 triliun di Indonesia selama 10 tahun terakhir hingga saat ini. Perusahaan itu mengoperasikan tiga divisi bisnis di Indonesia untuk layanan rantai pasokan end-to-end, yakni DHL Express adalah penyedia layanan ekspres, DHL Global Forwarding spesialis angkutan udara dan laut, serta DHL Supply Chain sebagai spesialis kontrak logistik dalam Grup.

Ketiga bisnis DHL itu tercatat mempekerjakan lebih dari 2.300 karyawan, mengoperasikan gudang seluas 525.000 meter persegi, serta beroperasi dengan 120 penerbangan setiap harinya dan menghubungkan jaringan global DHL ke 220 negara dan teritori.

CEO Deutsche Post DHL Frank Appel mengakui selama masa pandemi mengalami tantangan dengan adanya pembatasan pintu internasional dan lockdown yang menghambat operasional pengiriman.

Masalah berikutnya yang dihadapi ialah melonjaknya harga bahan bakar minyak atau BBM yang berdampak pada biaya operasional kapal. Hal ini pun mengakibatkan ongkos pengiriman barang ikut terkerek.

"Kami melihat banyak tantangan kedepannya karena masalah global sulit diprediksi. Entah soal krisis pangan, supply chain atau lainnya. Tapi kami yakin setelah pandemi bisnis yang kita miliki semakin membaik," ujarnya.

Usaha untuk terus memacu investasi juga terlihat dari perusahaan seinduk, DHL Supply Chain (DSC) juga berencana untuk menginvestasikan 25 juta euro untuk fasilitas seluas 40.000 meter persegi yang akan dibangun di Cikarang, Jawa Barat. Ditargetkan selesai di 2023, fasilitas DHL Maheswara Green Logistics merupakan fasilitas multi-user yang besar ini dirancang untuk mendukung berbagai macam barang dari beragam industri. (OL-6)

BERITA TERKAIT