17 August 2022, 17:20 WIB

Erick Minta Garuda tak Naikkan Harga Tiket Pesawat


Insi Nantika Jelita |

MENTERI BUMN Erick Thohir mengungkapkan sejumlah langkah agar maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, dapat menstabilkan harga tiket pesawat.

Pihaknya berharap penerbangan milik BUMN itu menjadi motor yang mampu menyediakan tiket pesawat murah untuk rakyat. Oleh karena itu, perseoran diminta menambahkan volume penerbangan.

"Kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya, akan ada pengurangan (harga tiket). Stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," ujar Erick dalam keterangannya, Rabu (17/8).

Baca juga: 5 Petinggi Garuda Indonesia Diperiksa Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi

Menurutnya, diperlukan pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun untuk Garuda. Sehingga, dapat menggeliatkan bisnis maskapai dan menjaga harga pesawat yang terjangkau bagi penumpang.

"Kami harapkan (PMN) segera cair. Apalagi kita lihat industri penerbangan mesti kita jaga. Harga tiket pesawat ini kan sangat mahal," imbuhnya.

Erick menjelaskan ada tiga hal yang mengakibatkan tiket pesawat melonjak. Pertama, harga avtur yang meroket. Kedua, minimnya jumlah pesawat ke daerah tujuan tertentu. Terakhir, Garuda kesulitan menambah jumlah armada.

Baca juga: Presiden Puji Keberhasilan Erick Thohir Bongkar Korupsi BUMN

"Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," pungkas dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya berupaya menjaga harga tiket pesawat agar tidak naik terlalu tinggi. Mengingat, harga bahan bakar avtur berangsur turun.

"Kalau kita butuh naik, kita naikkan (harga tiket). Sekarang kita lagi reviu. Tapi, kelihatannya harga avtur turun. Kan tidak fair, kalau harga avtur turun, Garuda naikkan," kata Irfan.(OL-11)

BERITA TERKAIT