16 August 2022, 17:48 WIB

RAPBN 2023: Asumsi ICP US$90 per Barel, Lifting Minyak Turun


Insi Nantika Jelita |

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan bahwa asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang digunakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar US$90 per barel.

Angka tersebut naik dari ICP dalam postur APBN 2022 yang ditetapkan sebesar US$63 per barel. "Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan berkisar pada US$90 per barel," katanya dalam pidato di Kompleks Parlemen, Selasa (16/8).

Kepala Negara menambahkan untuk lifting minyak dan gas bumi (migas) diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari (bph) dan 1,05 juta barel setara minyak per hari (bsmph).

Baca juga: Presiden: Ketidakpastian Global bukan Alasan untuk Pesimistis

Untuk target lifting minyak, lanjut dia, turun dibandingkan APBN 2022 yang dipatok sebesar 703 ribu bph. Adapun pemicu kenaikan asumsi ICP dipengaruhi ketidakpastian global akibat dampak perang Rusia-Ukraina. 

Kondisi tersebut menyebabkan eskalasi gangguan sisi suplai dan memicu lonjakan harga komoditas energi global di banyak negara, tidak terkecuali Indonesia.

Baca juga: Harga Minyak Melambung, Saudi Aramco Cetak Rekor Keuntungan

Jokowi, sapaan akrabnya, menekankan bahwa arsitektur APBN tahun 2023 harus mampu meredam keraguan. Serta, membangkitkan optimisme banyak pihak untuk mendukung pencapaian target pembangunan di Indonesia.

"Namun, tetap dengan kewaspadaan yang tinggi," pungkas Presiden.

Menurut Jokowi, dengan bauran kebijakan yang tepat, serta sinergi dan koordinasi yang baik antara otoritas fiskal, moneter dan sektor keuangan, menjadi modal kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional.(OL-11)

BERITA TERKAIT