16 August 2022, 17:37 WIB

APBN 2023 Difokuskan pada Lima Agenda Utama


Insi Nantika Jelita |

DALAM rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara atau RAPBN 2023 bakal difokuskan pada lima agenda utama. Mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul hingga perkembangan ekonomi hijau.

Belanja Negara dalam RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun yang meliputi, belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.230,0 triliun, serta transfer ke daerah Rp811,7 triliun.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023 Beserta Nota Keuangannya di Parlemen Senayan, Selasa (16/8).

"APBN 2023 difokuskan pada lima agenda utama. Satu, penguatan kualitas SDM unggul yang produktif, inovatif, berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan, serta akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial," jelasnya.

Kedua, akselerasi infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, khususnya pembangunan infrastruktur bidang energi, pangan, konektvitas, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Baca juga: Alokasi Anggaran Bansos Naik untuk Dukung Inisiatif Program Kemensos

Fokus ketiga ialah pemantapan efektvitas implementasi reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi. Empat, pelaksanaan revitalisasi industri dengan mendorong hilirisasi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi yang bernilai tambah tinggi dan berbasis ekspor.

"Fokus kelima mendorong pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau," kata Jokowi.

Untuk peningkatan produktivitas dan kualitas SDM, disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp608,3 triliun. Pemerintah akan memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi.

"Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa," pungkas Kepala Negara.

Selanjutnya, anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp479,1 triliun untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam jangka panjang diharapkan akan mampu memotong rantai kemiskinan. (OL-4)

BERITA TERKAIT