16 August 2022, 15:07 WIB

Kembali Masuk Fortune Global 500, DPR Apresiasi Prestasi Pertamina


mediaindonesia.com |

KEBERHASILAN Pertamina kembali masuk ke dalam Fortune Global 500 tahun 2022, mendapat apresiasi anggota Komisi VI DPR RI, Rafli.

Terlebih, pada tahun ini posisi BUMN energi tersebut melonjak 64 peringkat. Dari sebelumnya pada posisi 287, kali ini pada peringkat 223.

“Ini kan prestasi. Dan setiap prestasi pasti kita apresiasi,” kata Rafli kepada media, Selasa (16/8().. 

Pencapaian ini, kata Rafli, akan membangun semangat dan optimisme dalam melakukan transformasi perseroan. Yakni, sebagai bagian dari strategi terhadap perubahan bisnis ke depan, agar bisa bergerak lebih lincah dan lebih cepat serta fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif.

Selain itu, Rafli juga berharap, prestasi yang dicapai Pertamina akan diikuti oleh perusahaan BUMN lainnya agar mampu bersaing di pasar global.

Apalagi pada 2022 ini, Pertamina memang menjadi satu-satunya BUMN yang masuk ke dalam Fortune Global 500.

 “Jangan cuma Pertamina. Semua perusahaan BUMN harus mampu bersaing di pasar global. Itu lebih keren,” kata Rafli. 

Baca juga: BUMN Masuk Fortune, Bukti Transformasi Bawa Pengaruh Positif

Menurut Rafli, sebagai komisi yang menaungi BUMN, Komisi VI DPR akan terus menyoroti kinerja Pertamina.

Rafli juga optimistis, Pertamina akan menjadi perusahaan migas kelas dunia.  

Untuk itulah dia berharap, keberhasilan masuk ke dalam Fortune Global 500 tidak menjadikan Pertamina terlena. Sebaliknya, justru membuat perusahaan tersebut terus meningkatkan kinerja. 

“Seharusnya Indonesia melalui BUMN, sejak dulu bisa menjadikan sebagai perusahaan migas kelas dunia mengingat sumber daya akan yang masih sangat menjanjikan,” sambung Rafli. 

Seperti diketahui, pada Fortune Global 500 2022 ini, Pertamina menempati posisi ke-223. Capaian tersebut menempatkan Pertamina berada di urutan 21 di atas Idemitsu, perusahaan migas asal Jepang, dan Repsol asal Spanyol. 

Raihan ini bisa dicapai karena peningkatan revenue dan laba bersih dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar US$ 57,51 miliar naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 41,47 miliar.

Laba bersih sebesar US$ 2,045 miliar atau Rp 29,3 triliun naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2020 sebesar US$ 1,05 miliar atau Rp 15,3 triliun. (RO/OL-09))

BERITA TERKAIT