16 August 2022, 14:50 WIB

Presiden : Kepercayaan Internasional Meningkat Tajam


Insi Nantika Jelita |

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa kepercayaan internasional meningkat terhadap Indonesia. Hal ini terlihat dari berbagai pencapaian, seperti Indonesia dipercaya oleh PBB sebagai Champions dari Global Crisis Responses Group untuk penanganan global.

Indonesia juga diterima oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian di tengah kondisi geopolitik yang memanas.

"Kepercayaan internasional terhadap Indonesia meningkat tajam. Tahun ini kita menjadi Presidensi G20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di dunia," ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2022 di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8).

Tahun depan, Indonesia juga ditunjuk sebagai tuan rumah ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Artinya, kita berada di puncak kepemimpinan global dan memperoleh kesempatan besar untuk membangun kerja sama internasional," ungkapnya.

Kepala Negara menambahkan, kepercayaan besar dari masyarakat internasional juga dirasakan di dalam negeri, yakni dengan reformasi struktural untuk daya saing dan iklim berusaha yang terus dilakukan pemerintah. Hilirisasi dan manufaktur di dalam negeri dikatakan terus bertumbuh.

"Pertumbuhan investasi meningkat tajam, 52% di antaranya, berada di Luar Jawa. Ekonomi kita bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan yang Indonesia sentris," kata Jokowi.

Baca juga: Presiden Tekankan Digitalisasi Produk UMKM dalam Pidato HUT ke-77 RI

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wakil Ketua Umum III Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, faktor penting pendorong kepercayaan investor asing terhadap Indonesia karena fundamental ekonomi yang baik dan cukup stabil ke arah pemulihan ekonomidi tengah tekanan ekonomi global.

"Investor juga melihat bahwa meskipun terdapat tantangan dalam hal pengendalian inflasi, nilai tukar, tapi sektor riil nasional terus tumbuh positif. Apalagi pemerintah juga terus mengeluarkan kebijakan yang prudent terhadap kondisi ekonomi yang ada. Ini diapresiasi pelaku usaha,"imbuhnya.

Shinta berujar proyek investasi prioritas seperti infrastruktur yang terkait dengan konektivitas atau logistik, konektivitas digital, energi baru terbarukan hingga pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara harus dioptimalkan.

"Untuk sektor investasi prioritas harus dioptimalkan karena proyek tersebut sudah kita identifikasi sebagai proyek yang krusial dan strategis guna memastikan adanya pertumbuhan ekonomi nasional semakin maju," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT