15 August 2022, 22:07 WIB

Dosen UGM: Transformasi BUMN oleh Erick Thohir Dinilai Berhasil


mediaindonesia.com |

FORTUNE Indonesia membuat peringkat 100 perusahaan yang memiliki pendapatan terbesar di Indonesia untuk satu tahun fiskal.

Dari jumlah tersebut ada 20 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam Fortune Indonesia 100. Bahkan Pertamina berhasil masuk 500 perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatannya dalam satu tahun fiskal.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Wawan Mas'udi menilai masuknya 20 BUMN dalam Fortune Indonesia 100 dan Pertamina dalam Fortune 500 menunjukan adanya pengakuan lembaga global yang independen terhadap hasil kerja keras dalam melakukan transformasi BUMN yang selama ini dijalankan oleh Menteri Erick Thohir. 

Dengan masuknya 20 BUMN di Fortune Indonesia 100 dan Pertamina di 500, menunjukan perusahaan milik Negara dapat melakukan peran strategis. Sehingga BUMN tak hanya dicap sebagai perusahaan yang membebani Negara.

"Tetapi sudah menjelma sebagai perusahaan yang bertransformasi sebagai unit usaha yang strategis dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Wawan dalam keterangan pers, Senin (15/8).

Baca juga: BUMN Masuk Fortune, Bukti Transformasi Bawa Pengaruh Positif

Lebih lanjut Wawan mengatakan dalam membuat daftar perusahaan yang dapat masuk, Fortune Indonesia maupun Fortune Global memiliki ukuran dan parameter yang sangat profesional.

Bahkan ketika ada BUMN yang mampu bersaing dengan perusahaan privat multi Nasional lain yang masuk di Fortune 100 maupun Fortune 500 menunjukan bahwa perusahaan BUMN mampu bersaing dengn mereka.

Sehingga masuknya perusahaan BUMN dalam jajaran top perusahaan Nasional dan global menjadi bukti dan apresiasi terhadap transformasi BUMN yang saat ini tengah dijalankan oleh Menteri Erick. 

"Ini juga menjadi salah satu keberhasilan Menteri BUMN Erick Tohir dalam memimpin transformasi di perusahaan milik Negara," katanya.

"Sehingga yang dilakukan Mentri Erick dapat dibaca sebagai pengakuan global terhadap kesuksesan transformasi BUMN," ucap Wawan.

"Perusahaan BUMN menjadi lebih profesional, berorientasi pada Good Corporate Governance dan pada saat yang bersamaan juga tetap menjaga fungsinya sebagai kepanjangan Negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Wawan, Senin.

Namun tantangan selanjutnya adalah bagaimana BUMN yang sudah masuk Fortune dapat terus bertahan dan memperkuat posisinya.

Selain itu tantangan selanjutnya adalah bagaimana BUMN  yang berprestasi tersebut dapat menjadi panutan serta mengangkat BUMN lainnya untuk dapat masuk dalam Fortune 100.

Wawan yakin sekali jika ada BUMN yang bisa masuk dalam Fortune 100 maupun Fortune 500 Global, maka BUMN lainnya sangat mungkin untuk dapat mengikutinya.

"Jika transformasi dan profesionalisme bisa dijalankan di satu BUMN, tentu itu bisa juga dilakukan di BUMN lainnya. Saya berharap Menteri Erick dan jajaran Kementerian BUMN dapat membuat roadmap transformasi BUMN yang tidak hanya teori semata tetapi sudah ada bukti kongkritnya," katanya.

"Memang experience dan tantangan masing-masing BUMN berbeda-beda. Namun saya yakin Menteri Erick Thohir dapat mewujudkan itu," kata Wawan.

Agar roadmap keberhasilan BUMN melakukan transformasi ini dapat diduplikasikan dengan cepat, Wawan berharap Menteri Erick dapat memberikan tantangan baru kepada management BUMN yang sudah berhasil melakukan transformasi.

Dengan memberikan penugasan khusus kepada mereka untuk melakukan pembenahan di perusahaan BUMN yang belum berhasil melaksanakan transformasi. Sebab tujuan transformasi BUMN bukan tertuju pada satu atau dua BUMN saja.

"Tetapi seluruh BUMN. Sehingga nantinya BUMN yang sehat dapat memberikan kontribusi positif baik bagi negara dan masyarakat," jelasnya.

"Dengan shortcut tersebut diharapkan transfromasi di perusahaan BUMN yang menjadi target dapat segera terwujud. Sebab salah satu keberhasilan dari transformasi juga ditentukan oleh leadership managementnya," paparnya.

"Dengan masuknya management yang sudah terbukti berhasil menjalankan transformasi maka akan dengan mudah dan cepat menangkap peluang bisnis serta menjalankan transformasi BUMN. Tentunya juga harus ada support tertentu," pungkas Wawan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT