13 August 2022, 21:54 WIB

Pelajar Indonesia di Luar Negeri Tak Boleh Minder


Abdillah M Marzuqi |

MENTERI Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pelajar Indonesia tidak boleh minder dalam pergaulan internasional. Menurutnya, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada triwulan II 2022 di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat pandemi. 

Hal itu diungkapnya saat peluncuran program unggulan PPI Dunia Global CEO PPI Preneur dan Lumbung Internasional.

“Pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri khususnya anggota PPI tidak boleh minder, harus optimis Indonesia lebih baik, karena ekonomi Indonesia mampu tumbuh dibandingkan sejumlah negara mitra dagang seperti Amerika, China, Korea Selatan, India, bahkan Singapura,” ungkap Bahlil.

Koordinator PPI Dunia Faruq Ibnul Haqi menyampaikan program PPI Dunia Global CEO PPI Preneur dan Lumbung Internasional merupakan kolaborasi dengan Hanida Foundation untuk mencetak pelajar Indonesia di luar negeri agar memiliki jiwa entrepreneur sekaligus mencetak CEO bertaraf global.

“Tugas pelajar adalah belajar, salah satunya belajar menjadi seorang entrepeneur. Hal ini akan sangat bermanfaat jika pelajar Indonesia di luar negeri memiliki jiwa entrepeneur dan tentunya akan berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” terangnya.

Faruq juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Investasi atas inovasi dalam pembuatan sistem Online Single Submission (OSS) bagi yang ingin mengajukan perizinan usaha. Menurutnya, hal itu menjadi terobosan berani dalam sistem perizinan usaha yang semakin transparan.

"Tentunya, hal ini akan mempermudah prosedur berusaha dan investasi tanpa terkecuali, termasuk pelaku usaha UMKM," terang Koordinator PPI Dunia kesebelas itu.

Pendiri Yayasan Hanida Sri Suparni Bahlil juga menyampaikan program PPI Preneur sebagai salah satu upaya untuk mencetak pelajar entrepreneur di Indonesia di luar negeri. Saat ini PPI Dunia tersebar di tiga kawasan yaitu Asia-Oseania, Amerika-Eropa dan Timur Tengah-Afrika dan beranggotakan 60 negara, ini adalah jejaring global yang sangat luar biasa.

“Dengan jejaring yang tersebar di 60 negara, Hanida Foundation dan PPI Dunia berkomitmen untuk berperan menjadi penghubung utama untuk mendukung UMKM Go Global. Lapangan pekerjaan di Indonesia didominasi oleh pelaku UMKM. Dengan program ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa,” ungkap Sri Suparni Bahlil. (OL-8)

BERITA TERKAIT