11 August 2022, 20:13 WIB

Realisasi PEN Capai Rp168,3 Triliun


M Ilham Ramadhan Avisena |

REALISASI anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) telah mencapai Rp168,3 triliun, atau 36,9% dari pagu sebesar Rp455,62 triliun. Capaian itu terhitung per 5 Agustus 2022.

"Karena pemulihan ekonomi sudah berjalan dan penanganan covid semakin baik, realisasi program ini agak tertahan," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN, Kamis (11/8).

Realisasi terbesar terjadi di bidang perlindungan masyarakat yang serapannya mencapai Rp77,8 triliun, atau 50,2% dari pagu sebesar Rp154,7 triliun. Dana itu digunakan untuk menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp21,3 triliun; bantuan sembako kepada 18,8 juta KPM sebesar Rp23,8 triliun.

Lalu BLT minyak goreng untuk 21,8 juta penerima sebesar Rp7,2 triliun; BLT Desa diberikan kepada 7,6 juta keluarga senilai Rp16,1 triliun; bantuan pedagang kaki lima dan warung sebanyak 2,1 juta penerima senilai Rp1,3 triliun; dan program Kartu Prakerja yang diberikan kepada 2,3 juta peserta senilai Rp8,1 triliun.

Sedangkan serapan terbesar kedua terjadi di bidang penguatan pemulihan ekonomi, yakni, Rp58,3 triliun atau 32,7% dari pagu Rp178,32 triliun. Dana itu digunakan untuk mendukung program padat karya senilai Rp10,3 triliun; infrastruktur dan konektivitas Rp6,7 triliun; pariwisata dan ekonomi kreatif Rp2,7 triliun.

Lalu mendukung program ketahanan pangan Rp7,8 triliun; TIK Rp5,3 triliun; kawasan industri Rp0,8 triliun; dukungan UMKM Rp14,9 triliun; dan insentif perpajakan Rp9,9 triliun.

Sementara serapan di bidang kesehatan tercatat sebesar Rp32,3 triliun, atau 26,3% dari pagu Rp122,54 triliun. Dana ini digunakan untuk membayar klaim pasien covid-19 Rp20,19 triliun; insentif tenaga kesehatan Rp2,2 triliun; pengadaan vaksin Rp1,7 triliun; insentif perpajakan kesehatan Rp1,2 triliun; dan dukungan APBD untuk penanganan covid senilai Rp5,6 triliun.

"Kita berharap kalau tidak terealisasi ini artinya baik. Artinya bahwa penanganan covid sudah mulai menurun," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT