08 August 2022, 18:32 WIB

Presiden: Defisit APBN 2023 Harus Dibawah 3%


Andhika prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo menekankan bahwa defisit APBN 2023 tidak boleh lebih dari 3%. Hal tersebut disampaikan kepala negara saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/8).

"Presiden menyampaikan bahwa defisit APBN harus dibawah 3% dan dijaga sustainabilitasnya. Oleh karena itu, kita akan melihat dari sisi belanja negara yang tetap akan mendukung berbagai prioritas nasional," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani selepas mengikuti Sidang Kabinet Paripurna.

Sri mengakui bahwa mencapai target tersebut bukan hal yang mudah. Pasalnya, 2023 akan menjadi tahun yang sulit lantaran harga berbagai komoditas unggulan akan mengalami penurunan. Itu jelas akan mempengaruhi pemasukan dari aspek ysng berkaitan dengan kegiatan ekspor.

"Kita memproyeksikan ada Rp279 triliun penerimaan pajak yang berasal dari komoditas tahun ini. Itu mungkin tidak akan berulang atau tidak akan setinggi itu untuk tahun depan," tutur mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Perekonomian Indonesia Sudah Pulih seperti pra-Covid

Terkait belanja, pemerintah akan fokus melanjutkan program-progra. seperti pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk dalam konteks Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu, pemerintah juga akan mulai menggelontorkan dana untuk penyelenggaraan pemilihan umum 2024.

"Kita akan menggunakan instrumen belanja pusat dan daerah untuk bisa mendukung berbagai program-program prioritas nasional dan juga dari sisi pembiayaan seperti akumulasi dari dana abadi pendidikan yang akan terus dikelola sebagai warisan untuk generasi yang akan datang maupun sebagai mekanisme untuk shock absorber," ucap Sri.(OL-4)

BERITA TERKAIT