05 August 2022, 14:40 WIB

11 Rangkaian Kereta Cepat Mulai Dikirim dari Tiongkok ke RI


Insi Nantika Jelita |

SEBELAS rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari Tiongkok ke Indonesia, pada Jumat (5/8).

Ditargetkan, pada November 2022 mendatang atau bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20, KCJB sudah menjalani tes dinamis.

“Proyek ini merupakan wujud persahabatan Indonesia – Tiongkok. Kita dukung proyek KCJB ini agar berjalan dengan baik,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya.

Menhub menjelaskan, KCJB mengadopsi teknologi tinggi yaitu Grade of Automation (GOA) level 1, serta memiliki desain yang ramping sehingga mendukung akselerasi atau kecepatan dari kereta yang mencapai 350 km/jam.

Nantinya, KCJB akan melayani sebanyak 68 perjalanan setiap harinya dan berhenti di lima stasiun.

“Waktu tempuh Jakarta – Bandung hanya membutuhkan waktu 36-45 menit. Sebelumnya membutuhkan kurang lebih 2,5 jam untuk sampai tujuan,” ucap Menhub.

Baca juga: Indonesia Siapkan 3 Fondasi untuk Tingkatkan PDB

Kehadiran KJCB diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk lebih memilih menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.

“Saya mengimbau kecepatan waktu konstruksi dan integrasi sistem dapat dipercepat, karena sudah ditunggu masyarakat pengguna kereta api dapat segera bisa dirasakan,” tutur Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, pengiriman perdana EMU dan Comprehensive Inspection Train (CIT) ini merupakan pertama kalinya dari Tiongkok ke luar negeri.

Sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, China ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini. EMU dan CIT yang dikirimkan ke tanah air hari ini telah menyelesaikan static test dan dynamic test di tempat produksinya.

“Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek KCIC telah mencapai 85% dan masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying dan penyelesaian stasiun," ujarnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT