03 August 2022, 20:01 WIB

Industri Makanan dan Minuman Masih Hadapi Sejumlah Tantangan


M. Ilham Ramadhan Avisena |

INDUSTRI makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh positif saat pandemi covid-19. Sayangnya, potensi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi masih terhalang berbagai tantangan, yang memerlukan intervensi berbagai pihak.

"Industri makanan dan minuman jelas memperlihatkan pertumbuhan positif meski di masa pandemi. Mayoritasnya adalah industri kecil dan menengah, yang masih banyak menghadapi tantangan dalam usaha," ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran, Rabu (3/8).

Adapun sektor industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami pertumbuhan pada triwulan I 2022 sebesar 2,56%. Secara tahunan, pertumbuhan tersebut sebesar 3,75%. Data Kemendag menunjukkan pada triwulan I 2022, terdapat 1,68 juta industri kecil dan menengah (IKM) di sektor minuman dan makanan.

Industri makanan dan minuman, termasuk IKM yang bergerak di sektor ini, menyumbang 37,77% dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas atau 6,55% dari PDB nasional. Namun, lanjut Hasran, sektor tersebut masih menghadapi tantangan, baik internal maupun eksternal, dalam pengembangan usaha.

Diketahui, tantangan internal lainnya termasuk keterbatasan modal, kelemahan manajemen, belum terpenuhinya standar serta legalitas usaha, hingga terbatasnya kemampuan inovasi. Lalu, tantangan eksternal meliputi ketidakpastian pasokan bahan baku.

Berikut, fluktuasi dari harga bahan baku. Kemudian, permintaan pasar juga naik turun. Pelaku usaha juga dihadapkan pada persaingan dari pesaing dan produk baru.

"Selain pelatihan serta kemudahan dalam mengurus legalitas usaha, digitalisasi juga merupakan jalan keluar dari permasalahan yang diakibatkan tantangan saat ini," pungkas Hasran.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT