03 August 2022, 19:22 WIB

Korporasi Jepang Aktif Laksanakan Dekarbonisasi di Indonesia


Mediandonesia.com |

PERUSAHAAN atau korporasi Jepang yang beroperasi di Indonesia ternyata aktif melakukan upaya pengurangan karbon atau dekarbonisasi.

Hal ini terekam dalam  survei yang dilakukan Japan Jakarta Club (JJC) , sebuah kelompok yang beranggotakan 689 perusahaaan anggota korporat dan 1.400 anggota perorangan, kepada para anggotanya.

Saat ini, dapat dikonfirmasi bahwa dari 122 perusahaan Jepang yang terdata, terdapat 340 proyek dekarbonisasi yang sedang berlangsung maupun yang sedang dirancang.  Hasil survei ini  masih bersifat sementara dan akan bertambah ke depannya.

Pada dasarnya, proyek dekarbonisasi yang banyak dilakukan di Indonesia oleh perusahaan Jepang meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Carbon Capture, Utilization and Storage
(CCUS), elektrifikasi kendaraan, penanaman pohon (CSR), dan sebagainya.

Ketua Gugus Tugas Netral Karbon JJC, Susumu Matsuda yang juga merupakan ketua divisi korporat JJC mengatakan bahwa dalam melaksanakan penanggulangan perubahan iklim di tingkat nasional, dibutuhkan upaya yang selaras dengan ketahanan energi, pemeliharaan dan penguatan daya saing industri, serta realisasi pertumbuhan ekonomi. 

"Berbekal pengalaman, ilmu dan teknologi dari masing-masing perusahaan anggota JJC, kami akan terus berusaha untuk ikut serta dalam mensukseskan Indonesia mewujudkan target netralitas karbon pada tahun 2060, ” ujarnya. 

Selain program dekarbonisasi, perusahaan anggota JJC juga telah lama aktif berkontribusi di Indonesia dalam berbagai bidang seperti investasi, ketenagakerjaan, SDM, ekspor, dan lain-lain.

Sebagai contoh, menurut hasil survei ekonomi yang dilaksanakan tahun 2019 oleh JJC, nilai investasi perusahaan Jepang di Indonesia mencapai US$ 31 miliar selama 10 tahun, menciptakan lapangan kerja sebesar 7,2 juta orang, kontribusi ekspor mencapai 24,4% dari seluruh ekspor Indonesia, serta kontribusi terhadap PDB Indonesia menjadi 8,5%. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT