03 August 2022, 16:24 WIB

Dua Konsep Besar Industri Jepang Buat Subardi Kagum


mediaindonesia.com |

ANGGOTA DPR RI Subardi mengaku kagum melihat iklim industri di Jepang. Lawatannya ke Jepang kali ini guna menghadiri forum Forestry Investment Dialogues 2022 di Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang. Dalam forum itu, ia bertemu dengan pelaku usaha dan perwakilan organisasi perdagangan Jepang, serta peneliti dari Jepang.

Menurut Subardi, industri di negeri sakura itu berkembang dengan dua filosofi besar yakni monozukuri atau inovasi dalam produksi dan hitozukuri atau membangun kualitas sumber daya manusia.

“Kuncinya adalah inovasi dan membangun kualitas SDM. Dua konsep besar dalam industri Jepang membuat saya kagum. Jepang sangat disiplin, industri disini semakin pesat,” kata Subardi di Tokyo melalui keterangan tertulis, Rabu (3/8).

Dua konsep besar itu juga didukung oleh riset. Pemerintah Jepang memiliki lembaga khusus yang membantu industri dalam negeri berkembang. Tak heran jika Jepang juga menjadi negara maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Industri di sini semakin maju karena didukung riset. Tentu riset yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Itulah yang membuat kualitas SDM di Jepang semakin maju. Orang-orang Jepang semakin hebat,” kata Ketua DPW NasDem Yogyakarta itu.

Di dunia industri Jepang, dikenal budaya “kepuasan konsumen”. Pelaku industri di Jepang sangat peduli dengan produknya agar dicintai pembeli. Budaya ini mulanya merupakan tradisi bagi para pengrajin kecil di Jepang. Mereka terus memperbaiki produksi maupun pelayanan, untuk mendapat apresiasi dari konsumen. Tradisi ini semakin kuat hingga melahirkan budaya kepuasan pengguna dapat memuaskan penciptanya.

“Budaya mengutamakan konsumen sangat kuat. Di sini tidak asal bikin barang yang penting laku. Itu tidak ada. Jadi ada perhatian dari produsen agar pengguna puas. Saya merasa berbisnis di sini seperti seni. Ada kepuasan tersendiri, dan tradisi ini terus diwariskan dalam berbisnis,” tukasnya.

Baca juga: Program Aspirasi Subardi Terangi 40 Titik Jalan di Gunungkidul

Pesatnya kemajuan industri di Jepang membuat Subardi optimistis Indonesia akan terbantu. Selama 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, kerja sama perdagangan dan investasi semakin meningkat. Jepang menduduki peringkat ke-2 sebagai negara tujuan ekspor produk pertanian Indonesia, setelah Tiongkok.

Nilai ekspor produk pertanian termasuk kehutanan Indonesia ke Jepang terus meningkat dari USD218,3 juta pada tahun 2017 menjadi USD468,50 juta pada tahun 2021. Jepang juga dipastikan terlibat dalam proyek pembangunan smart city Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara).

“Sebenarnya perkembangan industri di Indonesia juga pesat. Kita sudah ekspor otomotif, pertanian, kehutanan, hasil tambang, CPO dan lain-lain, itu semakin bagus. Tetapi soal budaya kerja, teknologi dan kedisiplinan, kita masih kalah. Saya optimis peningkatan kerja sama dengan Jepang akan memajukan industri kita,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja di Tokyo, Subardi hadir bersama segenap delegasi DPR, yakni Ketua Komisi IV DPR, Sudin (PDIP), Anggota Komisi XI Charles Meikyansyah (Partai Nasdem), Anggota Komisi XI Kamrussamad (Partai Gerindra), Anggota Komisi VI Abdul Hakim Bafagih (PAN), dan Anggota Komisi IV Alien Mus (Partai Golkar). Delegasi ini dipimpin oleh Rahmat Gobel selaku Wakil Ketua DPR bidang Kordinator Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang).(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT